Posmetro Batam Edisi:
Oleh

Daur Ulang Gula Berjamur, Suri Diamankan Polisi



BATAM, METRO: Diduga mendaur ulang gula berjamur atau gula kadaluarsa, Suri alias Ata diamankan satuan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri, Jumat (8/2).

Penangkapan Suri berawal dari kecurigaan polisi yang mengetahui bahwa gula merek Yacoin yang diketahui berasal dari luar negeri, diproduksi di Batam. Selanjutnya Ditreskrimsus melakukan penyelidikan dan mendapati pabrik pendaur ulang gula sisa atau bekas yang sudah kadaluarsa untuk dijual kembali. Pabrik tersebut berada di Komplek Ruko Cahaya Garden Blok F Nomor 6 Kelurahan Bengkong Sadai, Batam.

Sekitar pukul 12.30 WIB, anggota DitresKrimsus Polda Kepri melakukan penggeledahan dan mendapati beberapa karyawan sedang mengolah gula merah tersebut. Saat itu pihak kepolisian meminta Robinson alias Aan selaku pengawas untuk menunjukkan dokumen- dokumen namun yang bersangkutan tidak dapat memperlihatkannya. Setelah dimintai keterangan di TKP Robinson mengaku bahwa pabrik tersebut itu milik Suri.

Suri sendiri diketahui merupakan warga Perumahan Palm Beach Blok C nomor 58, Baloi, Batam. Modus yang dilakukan Suri yakni mengolah kembali gula merah yang didatangkan dari Pulau Jawa, kemudian dicampur gula pasir dan gula merah yang sudah berjamur, kemudian dibungkus dengan karton dan diberi merek Yacoin. Bahan yang digunakan yaitu gula pasir, gula tebu, gula sisa pengolahan, gula berjamur dan air secukupnya.

Setelah melakukan penggeledahan, polisi langsung menggiring Robinson bersama dengan 3 orang pekerja lainnya yakni Hasan Basri selaku tukang masak, Khoirul sebagai kenek dan Jhon Hendri Situmorang sang sopir. “Dan setelah melakukan pengembangan, akhirnya polisi berhasil mengamankan Suri di hari yang sama,” kata Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono.“Suri diduga telah melanggar Pasal 24 UU RI No 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian dan atau Pasal 135 UU RI No. 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun,” kata Hartono lagi.

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Nunung Syaifuddin, SIK mengatakan,  Suri mendaur ulang gula kadaluarsa itu sejak Januari 2013 lalu. “Jadi mereka mensuplai gula tersebut dan yang sudah kadaluarsa ditarik lagi, kemudian diolah lagi. Setelah jadi, mereka suplai lagi,” katanya.

Menurut Nunung, dari keterangan tersangka, gula oplosan tersebut dijual kembali seharga Rp95 ribu per kotak. Gula oplosan tersebut diedarkan ke pasar-pasar tradisional di kota Batam.

Dan hingga saat ini, pihak Ditreskrimsus telah memeriksa total 6 orang saksi, dua di antaranya merupakan saksi ahli dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam. Dalam waktu dekat, Ditreskrimsus juga akan meminta keterangan saksi ahli dari Dinas Kesehatan Kota Batam.(nay)

Install Aplikasi Posmetro Android di Gadgetmu
Android app on Google Play
Berita Terkait ""
Powered By Izulthea | Mulai online 03/02/2013 | Posmetro Batam tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar