Posmetro Batam Edisi:
Oleh
Fokus Berita: ,

Lucu, Polisi Penangkap shabu-shabu Tak Pernah Datang Sidang, Hakim Bebaskan Terdakwa

BATAM, METRO: Pengadilan Negeri (PN) Batam, memvonis bebas terdakwa Indra Budiman dan Eidira yang terjerat kasus narkoba jenis sabu-sabu-sabu pada persidangan yang digelar Selasa (5/3). Majelis hakim yang dipimpin Reno Listowo dengan anggota Ridwan dan Ranto berkesimpulan, dakwaan yang dituduhan kepada kedua terdakwa tidak terbukti.
Sebelumnya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Immanuel Tarigan, terdakwa dituntut 6 tahun penjara, dan menjerat terdakwa dengan pasal berlapis, yakni pasal 112, 114 ayat (1) junto pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009. Dengan putusan tersebut JPU mengajukan kasasi.
Fakta-fakta dalam persidangan terungkap, Rio, polisi dari Ditnarkoba Polda Kepri yang menangkap terdakwa tidak pernah hadir dalam persidangan. Dan saksi-saksi dari polisi yang datang di persidangan adalah orang yang tidak terlibat langsung dalam penangkapan terhadap terdakwa.
Terdakwa ditangkap polisi di pinggir jalan Seiharapan, Kecamatan Sekupang pada Minggu (8/7) tahun 2012 sekitar pukul 15.00 WIB.
Menurut keterangan kedua terdakwa yang mengendarai motor ditabrak dari belakang oleh Rio yang juga naik motor, lalu Rio melemparkan sebungkus rokok Marlboro yang ternyata berisi sabu-sabu. Terdakwa yang disuruh memungut rokok itu enggan mengambilnya. Lalu terdakwa dipukuli.
Dalam nota pembelaan Advokat dan Penasihat Hukum terdakwa yang tergabung dalam Posbakumadin Batam, P Angela Damanik SH, Soritua Hutasuhut SH, Ricky Napitupulu SH dan Munizariyanti SH, saat penangkapan itu, kepala terdakwa dipukul pakai pistol hingga berdarah-darah. Lalu, Rio menelepon temannya dan dibawa jalan-jalan untuk mencari orang untuk ‘tukar kepala’. Bila ada tangkapan lain, terdakwa akan dibebaskan.
Setelah itu, terdakwa dibawa ke hotel di Baloi. Di dalam salah satu kamar hotel itu terdakwa melihat para penghuninya ‘memakai’ sabu dan terdakwa disuruh nyabu juga, tapi tidak mau. Karena menolak, terdakwa dianiaya.
Angela Damanik menyebut, pihaknya sudah melaporkan atas kesewenang-wenangan itu ke Propam Polda Kepri. “Saya sudah melapor ke Propam, masih menunggu tindak lanjutnya,” ujar Angela. (waw)

Print Friendly
Install Aplikasi Posmetro Android di Gadgetmu
Android app on Google Play
Berita Terkait ", "
Powered By Izulthea | Mulai online 03/02/2013 | Posmetro Batam tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar