Posmetro Batam Edisi:
Oleh
Fokus Berita:

[Kasus Pembunuhan Bidan Cantik Cinta Polwan Dikhianati



idawati boru pasaribu dan tersangka lain pembunuh bidan dewi
MEDAN, metro: Polda Sumut masih menelusuri aktor intelektual kasus pembunuhan bidan cantik, Nurmala Dewi. Versi baru polisi motif pembunuhan yang dilakukan tersangka Brigadir (Polwan) Gusnita Bachtiar terhadap korban lantaran dendam sebab cintanya dikhianati.

Sumber perwira di kepolisian Sumatera Barat menyebutkan, Brigadir Gusnita cemburu karena Nurmala menjalin hubungan dengan seorang janda kaya asal Batam, Ida.

“Polwan ini menjalin hubungan asmara dengan bidan itu. Perkenalannya di Padang. Terus bidan ini pindah ke Medan. Sejak pindah ke Medan, polwan ini dapat informasi, kalau bidan ini menjalin hubungan dengan seseorang di Batam,” sebut perwira, sumber POSMETRO Medan (Grup koran ini) di lingkungan kepolisian itu.

Karena itu, lanjutnya, Brigadir Gusnita mencari keberadaan Nurmala dengan menggunakan tenaga polisi juga. Melalui informasi polisi itulah, si Polwan berangkat ke Medan untuk menghabisi korban.

Namun sayang, ditanya lebih lanjut, perwira yang tidak mau identitasnya dikorankan itu enggan memberikan keterangan lebih rinci.

“Tolonglah ya, biarlah kita tunggu hasil penyidikan lebih mendalam lagi,” ujarnya.
Sebelumnya Kasubbid Bid Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, di Mapoldasu juga membenarkan motif pembunuhan berlatar belakang asmara. Hanya saja versi Poldasu, disebutkan Nurmala menjalin asmara dengan BS, suami Ida, pengusaha di Batam.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjend Boy Rafli Amar mengatakan, proses hukum terhadap anggota polisi itu akan sama seperti lainnya.

Keduanya terancam bakal dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. “Tidak ada tebang pilih dalam masalah hukum. Jika kedua anggota polisi itu melakukan pembunuhan, ya harus dihukum. Mereka nanti bisa menjalani persidangan umum. Setelah itu, mengikuti sidang kode etik,” jelas Brigjen Boy Rafli seperti dikutip POSMETRO Padang, Rabu lalu.

Kasus penembakan bidan Puskesmas Teladan, Nurmala Dewi (31) bermula dari ancaman seseorang. Karena berulang kali diteror, Nurmala dan orangtuanya melapor ke polisi. Sayang, laporannya dianggap angin lalu. Kamis (7/2) pukul 15.00 WIB, Nurmala tewas bersimbah darah ditembak OTK di depan rumahnya. Peristiwa itu terjadi di depan mata ibu kandungnya, Suryani boru Sihotang (50).

Penembakan itu sendiri berlangsung begitu cepat, saat Nurmala dan Suryani turun dari angkot.

Secara tiba-tiba seorang pria mengenakan helm tertutup dan mengendarai sepeda motor jenis matik datang dan langsung menembak Dewi.

“Tadinya dari Puskesmas Teladan, aku sama anakku menumpang angkot. Memang selalu ku jemput dan ku antarin kalau di pergi dan pulang kerja. Karena udah sering kali anakku ini di teror orang, makanya aku selalu berusaha di dekatnya. Tapi, pas nyampe depan pagar rumah, ada satu orang yang naik kereta mio pakek helm, pakek jaket, dengan jarak setengah meter langsung menembak anak saya,” ucap Suryani, ibu 3 anak itu terisak, waktu itu.(rpg)

Print Friendly
Install Aplikasi Posmetro Android di Gadgetmu
Android app on Google Play
Berita Terkait ""
Powered By Izulthea | Mulai online 03/02/2013 | Posmetro Batam tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar