Ibu RT Cabul Bisa ‘Main’ 3 Kali Sehari dengan ABG

BENGKULU - Skandal heboh Ibu RT, EM (40) yang mencabuli delapan bocah laki-laki terus menjadi buah bibir masyarakat Bengkulu. Selasa (16/4), Em resmi ditahan Polres Bengkulu dan ditetapkan menjadi tersangka pencabulan.

Bisa dikatakan ini kasus pencabulan yang kali pertama dilakukan wanita dengan korbannya adalah pria. Polisi sudah menetapkan EM sebagai tersangka cabul pihak wanita. Biasanya, tersangka cabul selalu pihak laki-laki, dan pihak wanita adalah korban.

Foto  Ibu RT Cabul
Kepada Rakyat Bengkulu (Group JPNN) usai menjalani pemeriksaan di Ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bengkulu, EM secara blak-blakan mengaku sudah “bercinta” dengan delapan brondong. Bahkan kata dia, hubungan badan itu bisa dilakukan tiga kali sehari.

Semua brondong merupakan warga di RW 3 Perumahan Korpri Kelurahan Bentiring, Bengkulu. Namun dari sekian banyak brondong yang sudah dikencani, EM mengaku lebih sering “bercinta” dengan DM (17).

Bahkan EM pun mengaku kalau sebenarnya antara dirinya dengan DM menjalin hubungan kekasih. “Sebenarnya kami itu sudah setahun ini menjalin hubungan terlarang. Dulu sih pernah putus, karena DM punya pacar lain, tapi akhirnya DM mau balikan lagi sama saya. Dan selama satu tahun itu juga kami sudah melakukan hubungan layaknya suami istri,” tutur EM seperti yang dilansir Rakyat Bengkulu, Rabu (17/4).

Dijelaskan EM,  dirinya jatuh hati pada DM  yang sudah putus sekolah, lantaran sikap DM yang sangat rajin dan perhatian pada EM. Hingga lama kelamaan benih cinta itu pun muncul.

Hingga akhirnya EM meminta DM untuk memotong rumput di rumahnya. Upahnya, ditawari rokok atau uang namun DM menolak dan meminta lebih.

“Dia sempat mencium saya secara tak sengaja, hingga akhirnya beberapa hari kemudian hubungan kami sampai selebihnya, di sanalah awal mulanya,” ujar EM. (fiz/dmi/awa/jpnn)

Pos Metro Batam adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di Kepulauan Riau, Indonesia. Surat kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos. Kantor pusatnya terletak di kota Batam. Koran ini pertama kali terbit tahun 2000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>