Posmetro Batam Edisi:
Oleh
Fokus Berita:

Siswi SMP Tewas Tergilas, Kepala Remuk Otak Tercecer di Aspal



Foto Raja Tina Nursufiana (14) siswi SMP Negeri 6 Tanjungpinang, tewas seketika, saat kepalanya remuk terlindas mobil tanki di Jalan Ir Sutami, Tanjungpinang

Foto: Raja Tina Nursufiana (14) siswi SMP Negeri 6 Tanjungpinang, tewas seketika, saat kepalanya remuk terlindas mobil tanki di Jalan Ir Sutami, Tanjungpinang (Posmetro/Henry)

PINANG, METRO: Raja Tina Nursufiana (14) siswi kelas tiga, SMP Negeri 6 Tanjungpinang, tewas seketika, saat kepalanya remuk terlindas mobil tanki pengangkut bahan bakar minyak, di Jalan Ir Sutami, Tanjungpinang, Sabtu (27/4) sekitar pukul 15.49 WIB.

Menurut beberapa saksi mata pada wartawan kemarin, kejadian tersebut berawal ketika korban dan Altavina (15) teman sekolahnya, berboncengan menaiki sepeda motor Yamaha Mio Soul BP 4091 WB. “Korban bonceng di belakang, sedangkan yang mengendarai sepeda motor, temannya,” kata Nana, seorang warga.

Korban dan Altavina, mengendarai sepeda motor dari arah Sukaberenang, hendak menuju ke Simpang Dokabu. Sepeda motor Mio tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Hingga ketika sepeda motor tersebut sampai di depan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), ada seorang pria yang menderita cacat mental, berjalan kaki menyeberang dengan tiba-tiba. “Ada orang gila, menyeberang begitu saja, dan motor itu sudah tidak bisa mengelak lagi,” ujar Ely, seorang warga.

Motor itu pun menabrak pria yang akhirnya diketahui bernama Satrio Adi Pamungkas, warga Hutan Lindung, Tanjungpinang. Raja Tina, yang duduk di belakang, langsung terpelanting ke badan jalan, sedangkan Altavina dan sepeda motornya terseret hingga beberapa meter, dan Satrio terjatuh di jalan tersebut.

Saat itulah dari arah berlawanan, dari Simpang Dokabu, ada mobil tanki BBM, Hino BP 8566 TA, yang dikendarai Muhamad Nurssalam (40), warga Jalan Salam, Batu 6 Atas. Pengemudi mobil tanki berkapasitas 10 ribu liter tersebut, kaget bukan kepalang, ketika ada seorang cewek jatuh terlentang di depannya.

Supir tanki tersebut langsung menginjak rem dan banting stir ke kiri, hingga mobil itu naik ke trotoar, tapi sayang, ban belakang sebelah kanan mobil itu tidak bisa menghindari korban, dan menelindas kepala korban, hingga remuk, dan otak korban pun keluar dari batok kepalanya. Sedangkan Altavina dan Satrio, hanya mengalami luka ringan saja.

Beberapa warga yang melihat kejadian itu langsung menjerit histeris, begitu juga dengan Altavina, yang melihat temannya tergeletak dengan kepala pecah dan otak berceceran di aspal. “Temannya langsung menjerit histeris, sambil memangis, dan tidak berhenti berteriak, seperti orang kesurupan,” paparnya.

Hingga beberapa menit tidak seorang pun berani bergerak, termasuk semua pengguna jalan yang melalui jalan tersebut. Mereka terpaku melihat tubuh korban yang terkapar bersimbah darah. “Semuanya terdiam, kendaraan pun semua berhenti, tapi tak satu pun yang berani menolong, atau berbuat sesuatu,” tuturnya.

Hingga sekitar lima menit kemudian, beberapa warga berani mengeluarkan hape dari saku mereka. Sebagian ada yang menghubungi polisi, dan sebagian lainnya ada yang mengambil gambar korban yang sedang tergeletak. Dalam waktu singkat, anggota unit laka lantas, polres Tanjungpinang datang ke lokasi kejadian, dan langsung menutup tubuh korban dengan koran, serta mengatur lalulintas, yang macet hingga beberapa kilometer.

Beberapa menit kemudian, korban dilarikan ke RSUD Tanjungpinang. Sementara itu mobil tanki, sepeda motor, juga diamankan di unit laka lantas. Hingga Minggu (28/4) sekitar pukul 03.00 WIB, polisi masih melakukan olah TKP, dan masih meminta keterangan para saksi dan supir tanki.

Menurut Kasat Lantas AKP Dandung melalui Pjs Kanit Laka Lantas, Aiptu Ridwan, pada wartawan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi mata, termasuk supir lori, dan teman korban. “Kami masih melakukan pemeriksaan para saksi, dan sudah melakukan beberapa kali olah TKP, dan hingga saat ini, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Nurssalam, pengemudi tanki tersebut, menuturkan bahwa saat kejadian tersebut, ia melihat jarak dan waktu korban jatuh, sangat dekat, sehingga ketika ia menginjak rem, mobil sudah mustahil berhenti total, sehingga ia langsung banting stir ke kiri. “Jaraknya hanya beberapa meter dari tanki, dan waktu jatuhnya pun sangat cepat, jadi sekuat apa pun kita rem, pasti tidak akan berhenti tepat waktu, jadi saya banting stir ke kiri, tapi ya gimana lagi, malah ban belakang yang kena,” ucapnya sedih.

Ia juga mengaku tidak ada firasat apa pun sebelum kejadian itu, hanya saja ketika ia hendak mengantar BBM dari Kijang ke Sukaberenang, Tanjungpinang, istrinya menelpon. “Istri saya minta agar saya jemput anak saya yang sedang les, tapi saya hanya jawab, akan saya usahakan, soalnya waktu itu saya masih kerja,” kata pria yang sudah lima tahun bekerja sebagai supir Tanki BBM tersebut.

Ia juga tidak tahu lagi apa yang ia rasakan, saat ini, ia masih bingung, dan setengah tidak percaya akan kejadian yang baru saja ia alami. “Saya tidak tahu mas, apa yang saya rasakan, saya hanya minta ke istri saya agar datang ke rumah korban, mengucapkan bela sungkawa, dan pihak perusahaan juga sudah datang untuk bela sungkawa ke rumah korban,” paparnya.

Hingga Minggu (28/4) sekitar pukul 08.00 WIB, jenazah korban masih berada di rumahnya di Jalan Sultan Mahmud, gang Waru, No 38 RT 02 RW 07, Bukit Bestari Tanjungpinang. Pihak keluarganya masih menunggu ayah korban datang dari Tanjungbalai Karimun, kemudian baru korban dimakamkan.(hnr)

Print Friendly
Install Aplikasi Posmetro Android di Gadgetmu
Android app on Google Play
Berita Terkait ""
Powered By Izulthea | Mulai online 03/02/2013 | Posmetro Batam tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar