Empat Kaki-tangan Klewang Dibekuk

kaki-tangan-klewangPEKANBARU, Metro  – Jajaran Polresta Pekanbaru bereaksi cepat setelah Klewang diamankan, Kamis (9/5) lalu. Tak ingin kehilangan momentum, Jumat (10/5) sore, operasi besar-besaran dilaksanakan di kawasan Stadion Utama Riau. Puluhan remaja yang sebagian besarnya adalah geng motor, dengan sebagian lain tak memiliki kelengkapan berkendara diamankan.

Malamnya, empat anggota geng motor yang menjadi kaki tangan Klewang dibekuk, satu diantaranya adalah panglima dan terkait dalam kasus pemerkosaan yang terjadi Senin (6/5) di Stadion Utama. Operasi dilakukan setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi tentang keberadaan geng motor lainnya terkait Klewang. Dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Arif Fajar Satria SH SIK MH, puluhan anggota diturunkan ke Kawasan Stadion Utama Riau, Kecamatan Tampan.

Anggota kepolisian merangsek masuk kawasan Stadion dengan menggunakan pakaian sipil dan mobil pribadi. Operasi yang dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB tersebut dibagi menjadi dua kelompok yang bertugas menggiring geng motor dan di sisi lain ada tim yang menghadang. Setelah mengetahui posisi geng motor yang sedang berkumpul, polisi segera melakukan pengejaran dan menggiring kearah tim penghadang.

Megetahui hal tersebut, sontak para anggota geng motor langsung kabur kocar kacir menghindari pengejaran petugas. Saat mendekati tim penghadang, anggota kepolisian sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara guna menghentikan para anggota geng motor. Namun, tembakan itu tidak menyurutkan mental mereka untuk menyerah, justru mereka semakin memperlaju kendaraan sehingga membuat petugas harus menyingkir dari jalan untuk menghindari timbulnya korban. Rombongan geng motor ini sempat terpecah dan berusaha melarikan diri. Masing-masing, ada yang masuk halaman stadion hingga keluar aspal. Pengejaran berlanjut hingga ke Jalan Naga Sakti yang berada tepat di depan Stadion Utama.

Setelah melewati upaya yang menguras tenaga, polisi berhasil mengamankan sekitar 21 orang, dimana delapan diantaranya adalah siswa SMP, 10 orang siswa SMA dan satu orang siswa SD serta dua remaja yang tak lagi sekolah. Turut diamankan pula, dua orang remaja putri dengan satu diantaranya, Pu (16) merupakan anggota geng motor XTC Sex Road, yang pernah terjaring razia pada Ahad (5/5) lalu. Jumat malam, operasi pengejaran terhadap anggota geng motor, terutama yang terkait dengan Klewang terus berlanjut. Empat orang yakni, Ri (18), Al (19), Fa (17), ketiganya warga Jalan Kualu, Kecamatan Tampan, dan Ro (20), warga Jalan Amilin, Kecamatan Sukajadi.

Hal ini dibenarkan Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar kepada Riau Pos, Sabtu (11/5) melalui Kasat Reskrim, Kompol Arief Fajar Satria SH SIK MH.’’Ini pengembangan kita terkait Klewang,’’ papar Arief.

Diungkapkannya, tersangka Ri (18), Al (19), Fa (17), ketiganya warga Jalan Kualu, Kecamatan Tampan dibekuk Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB. ‘’Mereka terlibat pengerusakan warnet (warung internet) di Jalan Kelapa Sawit tiga pekan lalu,’’ kata Arief.

Sementara Ro yang juga merupakan salah satu panglima Klewang diamankan di lokasi berbeda berselang dua jam, Sabtu (11/5) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB di Jalan Amilin. ‘’Saat kita amankan, dia sempat mencoba lari. Anggota harus mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk menghentikannya,’’ terang Kasat Reskrim.

Untuk Ro, lanjut Arief selain juga terlibat dalam pengerusakan warnet di Jalan Kelapa Sawit, ia juga menjadi tersangka dalam pemerkosaan yang terjadi di Main Stadium Senin (6/5) lalu. ‘’Dia orang yang memulai pemerasan dan menganiaya teman lelaki korban. Saat rekan-rekannya memperkosa korban, ia menyaksikan perkosaan itu,’’ ungkapnya.

Penindakan terhadap geng motor, kata Kasat Reskrim tak akan berhenti hanya pada Klewang. Satreskrim Polresta Pekanbaru saat ini sudah mengantongi setidaknya 60 nama anggota geng motor yang keseluruhannya akan diciduk. ‘’Ada 60 orang lagi yang akan kita kejar,’’ tegasnya.

Sementara itu, keamanan kawasan Stadion Utama yang rawan kejahatan, polisi menempatkan lima orang anggota polisi di Stadion Utama. ‘’Sistemnya tertutup, ada lima orang kita sebar di beberapa titik Main Stadium,’’ ujar Kasat Reskrim.(ali/*5/riaupos)

Print Friendly
Pos Metro Batam adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di Kepulauan Riau, Indonesia. Surat kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos. Kantor pusatnya terletak di kota Batam. Koran ini pertama kali terbit tahun 2000.