Posmetro Batam Edisi:
Oleh
Fokus Berita:

Owner Air Mineral SANFORD: Pilihan Ada di Tangan Konsumen



2nd titile suwanto
Nama Sanford tiga tahun belakangan ini mendadak menjadi sebutan yang begitu akrap di telinga masyarakat Kepri dan Batam khususnya. Hampir di setiap sudut komplek perumahan dan juga gang-gang pemukiman liar, kata itu begitu sering didengar dan begitu akrap diucapkan.

suwantoMerek air minum mineral ini pertama kali muncul di Batam awal tahun 2011 silam. Dalam waktu tiga tahun, Sanford membuktikan, merek sebuah air minum mineral tidak harus menyerupai nama sebuah merek minuman yang menasional seperti Aqua, yang tidak dipungkiri lagi telah melekat sebutannya di benak masyarakat. Tapi, Sanford mencoba mencairkan lekatnya ingatan merek terkenal itu di hati masyarakat Kepri. Dengan waktu singkat semua terbukti. Kini, Sanford telah merajai pasar air minum mineral di Kepri.
Kamis (2/5) menjelang sore POSMETRO mendapatkan kesempatan berbincang-bincang dengan salah seorang pemilik perusahaan yang telah memproduksi satu-satunya produsen air mineral di Kepri ini.
Sekilas penampilannya biasa. Berutubuh kecil dan berkulit sawomatang. Orangnnya murah senyum. Tapi, merek air minum yang lahir dari tangannya telah menjadi produk yang besar dan membuat pesaing-pesaingnya yang lain harus memperhitungkannya. “Sanford mulai launching di sini tanggal satu bulan satu tahun 2011,” katanya.
Untuk mengetahui perjalanan Sanford secara utuh, berikut petikan obrolan kami di ruangan kerjanya yang adem dan juga penuh dengan botol, gelas, dan galon untuk mengemas air minum mineral yang diproduksinya. Petikannya;

Selama ini, produk air mineral selalu memakai embel-embel Qua di belakang nama mereknya, tapi Sanford berbeda?
Ini terserah bagaimana mengartikannya. Sanford ini berasal dari bahasa Mandarin; San Fu Te. Kita dalam kehidupan tidak lepas dari tiga hal. Masa lalu, masa kini dan masa akan datang. Sanford plesetan dari itu. Karena nama yang kebarat-baratan itu lebih komersil dan lebih menjual ha..ha..ha..Lounching pertama kami langsung booming. Mungkin orang mengira ini merk luar ha..ha..ha…

Bagaimana awal keberadaan Sanford, hingga dalam waktu tiga tahun saja namanya begitu dikenal dan sekarang, sepertinya sudah merajai pasar air minum mineral di Kepri, khusunya Batam?
Saya pernah bekerja di pabrik pembuat  botol (botol kemasan air mineral). Terus juga pernah di (pabrik) gelas. Lalu di (pabrik) galon. Dan juga pernah di air minum. Ya dari tahun 1997 sampai 1999 itulah dibagi-bagi, di kawasan Jawabarat, Di Suka Bumi, di Bekasi Timur. Tahun 1999 itulah saya bekerja di air. Di Tanjungpinang. Saya belum tahu itu Tanjungpinang. Tapi kalau Batam sudah dengar.
Waktu di Jakarta itu ada bos dari Sanqua itu menawarkan untuk membuat air di Tanjungpinang. Waktu ditawari saya sempat nanya, Tanjungpinang itu di mana. Di jawab, dekatnnya Batam. Batam gak tau tempatnya juga, tapi sering dengar. Ya mungkin kayak orang di Batam, tau Jakarta tapi belum pernah ke sana. Saya sanggupi. Saya bilang, “boleh ayo”. Makanya plat nomor saya 99, karena pertama ke Kepri tahun 1999. Angka 99 itu banyak arti buat saya. Pertama sembilan-sembilan itu tanggal pernikahan saya. Pertama kali saya ke Kepri, dan 99 itu juga Asmaulhusnah.

Jadi pabrik itu yang menjadi cikalbakal Sanford?
Ceritanya begini. Tahun 1999 itu bikin pabrik air. Jadi saya belajar bikin air itu ya di Sanqua itu, tiga bulanan. Ya di Tanjungpinang itu langsung buat pabrik. Bangun tanah kosong.

Terus pertama kali sampai, bagaimana Anda melihat prospeknya. Mendirikan pabrik air minum di Tanjungpinang?
Kalau menganalisa bisnis itu sambil berjalan, kita sambil berjalan. Kalau belum berjalan kita tidak tahu dimana kelemahan bisnis itu. Dari situ kita bis amengetahui bisnis ini punya potensi. Baru kita bisa kita fokus.

Nah ini kita bicara sejarahnya Sanqua. Di Tanjungpinang itu cabang Sanqua dari Jakarta. Target kita dulu, Singapur, Johor, Riau. Dulu lagi ngetrennya Sijori (Singapur Johor Riau). Waktu berjalan, permintaan ke Batam itu sangat banyak. Boro-boro mau memenuhi pasar Singapur, Johor, Riau, untuk ke Batam dan tanjungpinang kita tidak sanggup. Waktu berjalan kita kalkulasi. Ini kalau harus bayar biaya angkut dari Tanjungpinang ke Batam, dua tahun biayanya sama bisa bikin pabrik lagi. Jadi dasar analisa itu, kita bikin pabrik di Batam tahun 2003. Tahun 2007 saya ditarik ke Jakarta, karena di group di Jakarta mendapat order pembuatan dari FIT, groupnya Aqua. Tahun 2008 ataran pemegang saham Tanjungpinang, dan Jakarta ada ketidak cocokan. Jadi tahun itu sepakat pisah. Karena saya diposisi netral, saya mengundurkan diri. Itu ceritanya. Saat itulah, saya ditawar oleh perusahaan di Tanjungpinang. Tapi saya mau bergabung dengan syarat tidak pakai lagi merk Sanqua. Karena itu, kalau masih pakai merk itu, saya keluar dari group Jakarta tapi saya malah bekerja di Sanqua di Tanjungpinang.  Gak mungkin. Kedua, kita harus ekspansi. Karena karena hanya ngurusi air terus tidak maju. Jadi kita juga harus buat botol, gelas, galon. Sejak tahun 2011 itulah bergantilah nama Sanford.

Bagaimana strateginya Sanford menjadi luar biasa?
Begini, masyarakat makin hari makin cerdas. Butuh air minum baik, dan yakin dengan produk yang baik. Rindu kualitas air baik, dan perlu produksi air yang baik. Kenapa? Karena kalau kita produk baik, pasti berani mempromosikan diri. Karena sampai saat ini, Untuk produk lokal hanya Sanford yang berani mempromosikan sebagai air mineral.  Kita juga berusaha mempelajari metode penjualan. Saya survei kecil-kecilan. Ada tetangga bilang, pakai air isi ulang. Kenapa tidak pakai air pabrik, karena terkadang telat datangnnya. Pesan sekarang, besok sampai. Ada lagi yang alasannya, air pabrik tidak siap untuk diantar malamm bagi yang suami istri kerja pasti tidak bisa dapat air kalau malam. Ada juga yang pakai air Aqua, meski mahal. Ditanya alasannya, karena tidak tahu harus pakai merk apa lagi yang bagus. Jadi intinya, ada pelayanan yang cepat dan kualitas yang bagus mungkin akan dipilih. Ya ini saya lakukan. Kalau saya jalan sendiri tidak bisa. Jadi saya ciptakan agen, agar cepat menjangkau konsumen langsung. Setiap tiga empat perumahan satu agen. Jadi saya ultimatum setiap agen, siap melayani sampai jam delapan malam. Kalau diantar lebih tiga puluh menit, harus gratis.  Dari situlah mulai jadi pembicaraan dari mulut ke mulut. Kami juga melakukan berbagai program promo di media dan macam-macam; dari masjid ke masjid, buka puasa bersama, masuk panti asuhan. Jadi alhamdulillah respon masyarakat lumayan.

Kalau di Batam, seberapa besar menguasai pasar?
Ya sekitar tiga puluh persen, selebihnya yang lain.

Kalau prospeknya kedepan?
Ini saya buka kartu trup saya. Penduduk kota batam ada 1.150.000 jiwa. Dibagi menjadi empat, karena satu keluarga idelanya empat orang. Jadi satu minggu satu keluarga diperkirakan dua tiga galon. Satu bulan dua juta lebih. Ini per rumah, belum hotel, belum yang lain. Berapa besar peluangnya. Sedangkan Sanford tidak lebih dari tiga puluh persennya. Ini analisa saya. Jadi masih besar peluangnnya untuk juga pesaing yang lainnya. Sanford tidak membunuh market air isi ulang.  Yang ada opsi pilihan ada di tangan konsumen.(sya)

Print Friendly
Berita Terkait ""
Mulai online 03/02/2013