Tujuh Sekuriti Menolak Diberhentikan dari RSUD

BATUAJI, METRO: Tujuh sekuriti RS Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, diberhentikan sepihak oleh Direktur RSUD Fadillah Mallarangan.
Para sekuriti menilai surat pemberhentian itu salah, pasalnya surat tersebut diberikan kepada karyawan pada tanggal 07 Maret, sementara kontrak tujuh sekuriti itu hingga tanggal 31 Januari. “Surat PHK diberikan hampir tiga bulan kami habis kontrak, sementara kami masih saja disuruh bekerja dan sejak Februari hingga Maret kami menerima gaji dari penyalur bukan dari RSUD lagi,” keluh Roni seorang sekuriti yang kena PHK.
Pengalihan yang dilakukan oleh manajemen RSUD ke penyalur PT Syarpindo Jaga Prima yang ditunjuk oleh pihak RSUD,  tanpa ada persetujuan dan juga kontrak yang jelas dari pihak RSUD.  “Kami saja heran, setahu kami kontrak kerja kami sudah habis. Karena masih disuruh bekerja makanya kami bekerja. Tapi sebulan kami bekerja tiba-tiba dipaksa menandatangani surat pernyataan di atas materai,” bebernya.
Ada tiga point dalam surat itu. Pertama pihak karyawan mengajukan surat permohonan kerja ke PT Syarpindo Jaga Prima untuk ditempatkan sesuai dengan kemampuan dan kapabilitas dengan masa percobaan 1-3 bulan. Kedua, dalam masa kerja percobaan, sekuriti akan menjalankan semua prosedur dan peraturan PT Syarpindo Jaga Prima,  apabila tidak cakap menjalankan tugas sebagaimana mestinya maka akan diberhentikan tanpa syarat. Ketiga surat pernyataan tersebut berisikan honor atau upah yang saya terima selama masa percobaan ini adalah sesuai dengan UMK yang berlaku.
Sementara Direktur rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah, Fadillah Mallarangan mengatakan, terkait ketujuh sekuriti itu, ia beranggapan kalau sudah jauh hari sudah melakukan penawaran kepada sekuriti agar kontrak selanjutnya disambungkan melalui penyalur, “Karena tidak ada sekuriti yang diangkat menjadi pegawai,” katanya.
Katanya sebelumnya sudah dilakukan tiga kali pertemuan. Tapi pihak sekuriti tetap menuntut menjadi pegawai.
“Makanya kita mengalihkan penangannya ke penyalur,” tegasnya.(leo)

Print Friendly
Pos Metro Batam adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di Kepulauan Riau, Indonesia. Surat kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos. Kantor pusatnya terletak di kota Batam. Koran ini pertama kali terbit tahun 2000.