/>
Posmetro Batam Edisi:
Oleh
Fokus Berita: , , ,

Kios Liar Simpang Kara Marak, Warga 12 Perumahan Demo Kantor Walikota

demo kios liar simpang karaBATAMKOTA, METRO: Puluhan masyarakat yang mengatasnamakan Forum Warga Simpang Kara, menggeruduk Kantor Walikota Batam, Senin (3/6). Aksi tersebut mereka lakukan agar pemerintah bertindak cepat terhadap menjamurnya kios-kios liar di sepanjang jalan Simpang Kara, Orchid.

Dalam aksi tersebut, massa memaksa agar Pemko Batam dapat membongkar kios-kios liar yang berada di sekitaran tempat tinggal mereka, Senin itu juga. “Bongkar, bongkar sekarang!” teriak salah seorang warga. Dari spanduk yang dibawa, warga mengancam akan membongkar kios-kios liar tersebut jika Pemko Batam tidak dapat melakukannya.

Menurut warga, dengan adanya kios-kios tersebut, sangat menghalangi pengaspalan jalan dan menutupi drainase sepanjang Jalan Simpang Kara-Orchid.

Dalam selebaran yang dibagikan, masyarakat meminta Pemko Batam untuk memberikan surat peringatan pertama pada Senin (3/6) kepada kiso-kios liar. Baik yang masih kosong maupun yang sudah berpenghuni. Apabila tidak diindahkan warga meminta pemerintah memberikan surat peringatan kedua atau ketiga sampai surat perintah bongkar. Paling lambat warga meminta ruas jalan Simpang kara-Orchid harus sudah bersih dari kios liar pada Senin (17/6) mendatang.

Wakil Walikota Batam, Rudi yang menemui warga menyampaikan, dirinya akan memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) untuk melakukan pembongkaran pada  Selasa (4/6) ini.

“Saya berdiri diatas masyarakat Batam. Dalam menyelesaikan masalah, saya harus mendengarkan dari kedua belah pihak. Saya janji rumah atau kios yang tidak berpenghuni, besok (hari ini) bisa garanti akan saya ratakan,” ujarnya. Rudi mengatakan, dirinya tidak dapat memenuhi permintaan warga yang meminta agar kios-kios liar ‘dibersihkan’ paling lambat Senin (17/6) mendatang.

“Kalau tanggal 17 Juni harus bersih, saya tidak mampu. Karena disana ada kios yang sudah dihuni. Kalau dipaksa digusur, penuhlah rumah saya nanti. Kasih kami waktu. Intinya rumah dan kios kosong saya akan selesaikan (gusur). Saya berani ngomong, saya berani bertanggungjawab. Besok saya akan bersihkan. Kalau tidak cari saya ke rumah saya,” ujarnya.

Perlu diketahui, warga yang melakukan aksi demonstrasi terdiri dari warga di 12 perumahan. Diantaranya; warga dari Perumahan Centre Park, Wisma Buana Indah, Griya Buana Indah, Cemara Garden, Pondok Indah, Golden Land, Eden Park, Pulo Mas, Anggrek Mas 1, 2 dan 3, serta Bella Vista.(ams)

Print Friendly
Powered By Izulthea | Mulai online 03/02/2013 | Posmetro Batam tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar