Posmetro Batam Edisi:
Oleh
Fokus Berita:

Pemadaman Listrik Bisa Sampai Akhir Tahun



PLNBATAM,  METRO:  DPRD Kota Batam, mendapatkan selebaran dari PT brigh’t PLN Batam mengenai pemeliharaan yang akan dilakukan Perusahaan Gas Negara (PGN). Dalam surat tersebut terdapat jadwal pemeliharaan pemasok gas kepada para pelanggan industri PT PGN (Persero) Tbk Area Batam termasuk PLN Batam.

Surat yang ditanda tangani oleh Afdal, Kepala Dinas Penjualan dan Layanan Area Batam PGN tertanggal 13 Juni 2013. Dalam surat tersebut tertera mulai tanggal 24 sampai 28 Juni 2013 akan ada aktivitas Tie In fasilitas baru di Grissik. Hal itu menyebabkan pengiriman gas dibatalkan.

Kemudian pada tanggal 1 sampai 5 Juli 2013, juga ada aktifivitas Tie In fasilitas baru di Grissik yang mengakibatkan pasokan gas berkurang. Pada poin ketiga per tanggal 22 sampai 31 Agustus 2013 PGN akan melakukan aktifitas proyek pengembangan fasilitas baru yang mengakibatkan pasokan gas berkurang.

Pada tanggal 1 sampai 3 September 2013, dalam surat tersebut juga dijelaskan akan ada proyek pengembangan fasilitas baru yang juga mengakibatkan pasokan gas berkurang. Kemudian pada tanggal 22 sampai 27 Desember kembali dilakukan pemeliharaan pipa dan Tie In yang mengakibatkan pasokan gas berkurang.

Terkahir pada tanggal 28 sampai 29 Desember akan dilakukan pemeliharaan pipa dan Tie In yang juga mengakibatkan pasokan gas ke Batam tidak ada sama sekali.

Sehubungan dengan jadwal tersebut, PGN berharap kepada seluruh Mitra Kerjanya yakni para pelanggan industri area Batam, agar dapat mengantisipasi dan menyesuaikan produksi atau operasional dengan pasokan industri masing-masing.

Artinya seperti dijelaskan oleh Senior Communication Manager B’right PLN Batam, Agus Subekti, dengan menurunnya pasokan gas ini berarti akan berefek kepada PLN Batam. Praktis  pemadaman listrik secara bergilir akan terjadi, seperti yang telah dilakukan PLN Batam sejak Kamis (21/6). Ia menjelaskan, kondisi tersebut menyebabkan defisitnya daya. Sehingga harus dilakukan pemadaman bergilir.

PT brigh’t PLN Batam belum melakukan persiapan terhadap pembangkitnya meski pun Perusahaan Gas Negara (PGN) sudah mengeluarkan jadwal pengurangan pasokan gas hingga akhir tahun. Ini disampaikan Agus Surbekti.
Pasalnya menurut Agus, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan secara resmi berapa besar daya yang akan disalurkan PGN ke perusahaannya.

“Kami ingin mendapatkan terlebih dahulu secara resmi berapa BBTUD yang diberikan. Setelah itu baru kami bisa mempersiapkan berapa besaran daya yang harus kami siapkan,” ujarnya. Ia mengatakan, untuk mengaktifkan PLTU terutama Tanjungkasam, pihaknya membutuhkan waktu sekitar 36 jam.

Perusahaannya lanjut Agus biasanya mendapatkan suplai gas sebesar 44 BBTUD dari PGN. “PLTU itu baru bisa bangun setelah 36 jam. Jadi perlu waktu Bebannya PLTU Tanjungkasam 120 megawatt,” tuturnya.(ams)

Print Friendly
Install Aplikasi Posmetro Android di Gadgetmu
Android app on Google Play
Berita Terkait ""
Powered By Izulthea | Mulai online 03/02/2013 | Posmetro Batam tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar