Lokalisasi Dolly Akan Tutup, Satu Tokoh Agama Dampingi 10 PSK Dolly

SURABAYA - Pemkot Surabaya optimistis penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak tahun depan berjalan lancar. Rasa percaya diri tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Supomo bersama jajarannya dalam diskusi dengan awak redaksi Jawa Pos.
Ratusan Pekerja Seks Komersial (PSK) Dolly mengadakan pengajian dan istigosah massal di sepanjang jalanan Jarak dan gang Dolly Surabaya,Rabu (26/06). Foto: Dipta Wahyu/Jawa Pos

Ratusan Pekerja Seks Komersial (PSK) Dolly mengadakan pengajian dan istigosah massal di sepanjang jalanan Jarak dan gang Dolly Surabaya,Rabu (26/06). Foto: Dipta Wahyu/Jawa Pos

“”Secara umum masyarakat Surabaya mendukung ditutupnya lokalisasi tersebut sebagai bentuk penataan kota. Alasannya, memang tak ada manfaat positif yang dihasilkan dari sana, bahkan akan semakin meracuni generasi muda kota ini,”” ungkap Supomo.

Pemkot, kata dia, telah memiliki konsep jelas untuk menutup lokalisasi yang pernah disebut-sebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara itu. Tahap pertama yang akan dilakukan adalah menyosialisasikan kepada masyarakat sekitar. Tahap tersebut diakui dinsos dilakukan sejak jauh-jauh hari

Tidak hanya masyarakat yang menjadi sasaran sosialisasi, tetapi juga para pekerja seks komersial (PSK) di sana.

“”Caranya, kami melakukan pendampingan spiritual kepada para PSK. Setiap 10 PSK didampingi satu dai,”” ungkap mantan camat Kenjeran tersebut. Langkah itu diambil agar para PSK juga siap dengan penutupan lokalisasi dan tidak kembali menjadi perempuan penghibur.

Jika jumlah PSK di Dolly dan Jarak sekitar 1.080 orang, nanti ada 108 pemuka agama yang secara intens memperhatikan setiap PSK tersebut. “Cara ini diharapkan menjadi solusi dalam memantapkan hati PSK agar bisa keluar dari lembah hitam tersebut,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Supomo, pihaknya bakal membentuk tim penutupan Dolly dan pasca penutupan. Dia mengatakan, tim tersebut menjadi ujung tombak dinsos dalam merealisasikan keinginan masyarakat menutup Dolly.

Apalagi, masyarakat sekitar lokalisasi telah menunjukkan kemauan untuk menutup lokalisasi tersebut secara total. “Walau ada beberapa catatan,” lanjutnya.

Bahkan, sejumlah ketua RW juga telah memiliki kemauan untuk menutup lokalisasi tersebut. Menurut Supomo, hanya ada permintaan waktu yang lebih longgar. “Saya rasa itu perlu dibicarakan untuk melihat animo masyarakat dalam menutup Dolly,” ujarnya. (zal/c7/nw)

Print Friendly
Pos Metro Batam adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di Kepulauan Riau, Indonesia. Surat kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos. Kantor pusatnya terletak di kota Batam. Koran ini pertama kali terbit tahun 2000.