Posmetro Batam Edisi:
Oleh
Fokus Berita:

Pembunuh Pelajar SMA 3 Kundur Tertangkap, Pelaku Remaja 17 Tahun Tetangganya



 Kapolres Karimun AKBP Dwi Suryo Cahyono depan saat tiba di Karimun membawa TSK SY bersebo Yang Diamankan  di Kundur.

Kapolres Karimun AKBP Dwi Suryo Cahyono depan saat tiba di Karimun membawa TSK SY bersebo Yang Diamankan di Kundur.

“Saya pijak kepala dia tiga Kali, namun saat itu korban masih bernafas, bahkan saat dipijak ia sempat merontadan minta ampun,” ucap SY lagi.

Aparat Polres Karimun akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan Manis Cara Niasari. Remaja berusia 17 tahun yang baru saja tamat dari SMA Negeri 3 Kundur ini, ditemukan tewas pada Sabtu (6/7) di warung milik orangtuanya di Parit Tegak, Desa Sungai Sebesi, Kundur, Tanjungbatu, karimun. Tersangkanya adalah Sy, pemuda berusia 17 tahun yang tak lain adalah tetangganya sendiri. Ada motif pencurian dalam pembunuhan keji ini.

Pengungkapan ini berawal dari kecurigaan aparat kepolisian saat melakukan penyidikan di tempat pembunuhan. Di saat warga Parit Tegak berduyun-duyun ke tempat kejadian untuk melihat apa yang terjadi, polisi menaruh curiga pada sosok Sy yang justru kurang antusias. Seorang polisi berpakaian preman kemudian mengajaknya berbicara. Tapi Sy justru kemudian pergi meninggalkan lokasi ditemukannya tubuh Manis.

Tingkah laku Sy itu jelas mengandung curiga. Tim buser kemudian diperintahkan mengejar Sy, yang akhirnya bisa ditangkap di  sekitar Batu 4, Kecamatan Kundur. Saat itu juga Sy langsung dimintai keterangan. Sempat berkelit, namun ABG kelahiran Sei Guntung itu mengakui perbuatannya juga. Sy pun langsung diamankan ke Polsek Kundur, untuk kemudian dibawa ke Polres Karimun, Senin malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Rombongan yang dipimpin Kapolres Karimun, AKBP Dwi Suryo Cahyono itu tiba di Tanjungbalai Karimun sekitar pukul 23.00 WIB. Selain dari tim Reskrim Polres Karimun, Kapolres juga melibatkan jajaran Intel Polres Karimun dan Pol Air Polres Karimun untuk mengungkap kasus menghebohkan ini. “Penangkapanya sore, setelah diintrogasi akhirnya ia mengaku telah melakukan pembunuhan tersebut, selanjutnya kita amankan untuk penyidikan lebih lanjut,” kata Dwi Suryo.

Sadis
Sy adalah seorang pelajar kelas 2 di SMA Negeri Kundur. Dalam wawancaranya dengan POSMETRO, ia mengaku telah membunuh Manis, remaja wanita yang tak lain adalah tetangganya sendiri. Sy membunuh Manis karena mengincar uang di warung milik orangtua almarhumah. Ia mengaku butuh uang untuk memperbaiki motor Yamaha Mio lamanya yang sudah rusak. “Sebenarnya kalau bukan karena motor itu saya tak seperti ini, hingga nekat gini. Saya sebenarnya tak ada niat bunuh, hanya ingin ambil uang aja, pembunuhan itu spontan,” ucap Sy, Selasa kemarin.

Sy kemudian menceritakan bagaimana ia membunuh Manis. Sabtu pagi itu, saat bangun pagi, ia melihat secarik kertas di mejanya. Kertas berisi pesan dari pakdenya – orang yang mengasuhnya – agar membeli roti jagung. Sy pun
kemudian ke warung milik orangtua Manis.

Sesampainya di kedai, Sy memanggil korban. Tak lama Manis keluar dari dalam rumah menuju warungnya yang berada di samping rumahnya. Saat itulah Sy mengaku berubah pikiran. Karena ia butuh uang, tiba-tiba muncul keinginan untuk mencuri uang di warung Manis. Ia pun menyusun rencana jahat. Sy tak jadi membeli roti jagung, melainkan minta Manis menimbang jagung untuk pakan ternak ayamnya.

Manis tak curiga. Saat menimbang jagung, Sy kemudian membelakangi Manis. Dipitingnya remaja malang itu dengan kedua tangannya sembari didorong ke ruang tengah. “Korban sempat berteriak, dia bilang “kenapa kamu begini” namun saya tak menghiraukannya,” ujar Sy.

Korban pun sempat melawan. Serokan jagung yang masih berada di tangan kanan korban, dilempar ke arah Sy. Namun aksi melawan tak berhasil. Sy kian beringas dengan memperkeras cengeraman ke lehar Manis. Hal inilah yang membuat Manis lemas. Setelah melihat korbannya lemas, Sy menyeret korban hingga ke kamar mandi. Di situlah korban mendapatkan perlakuan lebih dari kasar.

“Saya pijak kepala dia tiga Kali, namun saat itu korban masih bernafas, bahkan saat dipijak ia sempat merontadan minta ampun,” ucap SY lagi.

Sy yang sudah hilang kendali, semakin nekat. Ia meninggalkan korban yang sudah tak berdaya, dan mengambil taplak meja yang berada di mesin jahit ruang tengah. Taplak meja itu kemudian dililitkan ke leher korban, dan Sy menarik dari belakang serta menahannya dengan dengkul hingga korban tak bergerak lagi.

Masih belum percaya korbannya tewas, Sy menyeret tubuh korban ke bawah kran air di kamar mandi persis di dekat sumur untuk memastikan korban telah tewas. Setelah mengetahui korban tak bernyawa, Sy pun pulang ke rumahnya. “Saya pulang ke rumah dan kemudian ambil cangkul selanjutnya santai seolah tak ada kejadian, tapi sebenarnya takut telah melakukan itu,” ucapnya lagi.

Namun beberapa saat kemudian, Sy kembali teringat akan niat awalnya membunuh, korban yakni ingin mengambil uang miliknya. Saat itulah ia pun bergegas kembali ke warung korban yang masih terlihat kosong. Saat itu ia kemudian masuk ke kamar ibu korban, di sana Sy membongkar lemari, dan menemukan uang sebesar Rp1,5 juta. “Uangnya untuk beli macam-macam, ada beli voucher game Rp200 ribu, bayar uang muka perbaiki motor di bengkel Rp100 ribu, Rp 200 ribu disimpan dalam dompet, sisanya saya simpan di baju kemeja di lemari rumah,” rinci Sy. (riadi)

Print Friendly
Berita Terkait ""
Powered By Izulthea | Mulai online 03/02/2013 | Posmetro Batam tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar