Polda Kepri Telusuri Kaburnya Tersangka Bule

BATAM, METRO: Polda Kepri akan menelusuri sehubungan dengan kaburnya Alan D Stil, tersangka kasus penganiayaan terhadap Merliana yang dilakukan di Kampung Bule pada malam pergantian tahun 2013 lalu. Polda Kepri juga akan mempertanyakan surat ijin untuk meninggalkan Indonesia selama dua minggu yang dikeluarkan oleh pihak penyidik Polresta Barelang terhadap Alan D Still.

Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono mengatakan bahwa kaburnya Alan D Still dari Batam merupakan tanggung jawab pihak penyidik Polresta Barelang.

Pasalnya, proses hukum dari penyidikan hingga pelimpahan tahap II ke Kejaksaan Negeri merupakan kewajiban para penyidik. “Bagaimanapun, dari proses penyidikan hingga pelimpahan tahap II merupakan tanggung jawab penyidik. Dan penyidik wajib menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri setelah kasus dinyatakan P21,” katanya, Senin (15/7).

Menurut Hartono, pihak Polda Kepri akan menelusuri penyebab kaburnya Alan D Still. Demikian juga terkait ijin yang dikeluarkan oleh pihak penyidik Polda Kepri kepada Alan D Still untuk meninggalkan Batam dan berangkat ke Dubai untuk urusan bisnis. “Dibenarkan atau tidak, akan dilihat dulu dari alasannya.

Jadi tidak bisa main asal keluarkan ijin saja. Semua itu harus dipertimbangkan terlebih dahulu,” kata Hartono lagi. Saat disinggung adanya unsur pembiaran dan kesengajaan dengan alasan tertentu yang dilakukan oleh pihak penyidik Polresta Barelang, Hartono enggan mengiyakan dan juga membantah. “Yang pasti nanti akan dilihat dulu alasan keperluannya apa untuk meninggalkan Batam. Yang jelas, penyidik wajib menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada JPU (Jaksa Penuntut Umum),” ujarnya.

Sebagaimana diketahui bahwa Alan D Still melakukan penganiayaan terhadap Merliana di Kampung Bule pada malam pergantian tahun baru 2013 lalu. Akibat penganiayaan tersebut, Merliana mengalami luka serius di bagian pelipis wajah. Dan usai kejadian tersebut, yang bersangkutan hanya ditetapkan sebagai tahanan rumah dan tidak ditahan. “Pelaku tidak ditahan sebab kasus yang dilakukan merupakan penganiayaan ringan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Ponco Indrio beberapa waktu lalu kepada wartawan.

Karena tidak ditahan, Alan D Still mencoba melarikan diri dari Batam. Namun, Ponco beralasan bahwa Alan D Still tidak melarikan diri melainkan sudah mendapatkan ijin dari pihaknya selama dua minggu untuk berangkat ke Dubai untuk urusan bisnis. “Dia sedang berada di Dubai untuk menjalankan bisnisnya.

Dia sudah izin selama dua minggu,” kata Ponco. Namun, kepergian Alan D Still atas izin penyidik dan dirinya tersebut tampaknya dijadiakan momen untuk melarikan diri oleh tersangka. Dan kini, proses hukum terhenti karenakan hal tersebut.(nay)

Print Friendly
Pos Metro Batam adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di Kepulauan Riau, Indonesia. Surat kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos. Kantor pusatnya terletak di kota Batam. Koran ini pertama kali terbit tahun 2000.