Posmetro Batam Edisi:
Oleh

PT. Bumi Asih Jaya Dinyatakan Pailit, Pensiun 5.793 PNS Batam Terancam Hilang



pns asuransiKabar ini jelas membuat gundah 5.793 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemko Batam. PT. Bumi Asih Jaya (BAJ), perusahaan asuransi yang selama ini mengurusi tunjangan hari tua (THT) atau pensiun mereka, mengaku tidak mampu lagi membayar uang para PNS yang sudah diterimanya. PT. BAJ sendiri, pertengahan Juni lalu, kegiatan usahanya sudah dibekukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta alias dinyatakan pailit.

Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Pemko Batam, Syafei, dalam keterangan persnya Jumat kemarin menegaskan, Pemko Batam tetap berusaha minta uang premi yang totalnya sebesar Rp115.954.836.508,93 dikembalikan oleh PT. BAJ sebelum Lebaran mendatang. Pemko Batam juga sudah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Batam pada 11 Juli kemarin.

“Ya, PNS bersabarlah. Belum  bisa dicairkan, yang ada saat ini Rp65 miliar. Jadi harus menunggu keputusan ikrah dari pengadilan dulu,” kata Syafei di ruang kerjanya.

Syafei menjelaskan jumlah PNS yang diasuransikan Pemko Batam berjumlah 5.793 orang. Jumlah tersebut lanjutnya terbagai atas empat golongan.

“Golongan empat ada 772 orang. Golongan tiga, 2.998 orang, golongan dua 1.893 orang dan  golongan satu 95 orang. Kemudian THD (tenaga honorer daerah) 176 orang,” jelasnya.

Saat ditanyai lebih lanjut, Syafei mengaku tidak memegang data berapa besar premi yang harus dibayarkan untuk tiap PNS per bulannya. Syafei hanya mengaku dirinya hanya diberikan data oleh Pemko Batam mengenai besar gugatan baik materil dan imateril, dengan nomor gugatan No 136/PDP.G.BTH/2013/PN Batam. “Kita sudah daftarkan gugatan pada 11 Juli 2013 di PN Batam. Isi gugatannya, mengenai wan-prestasi BAJ,” paparnya.

Syafei menjelaskan, Pemko Batam menilai BAJ wan-prestasi berlandaskan pada surat perjanjian. Dalam surat perjanjian di pasal 18 ayat 2, berbunyi, “Walaupun sudah dihentikan tetapi para pihak wajib memenuhi hak dan kewajiban masing-masing yang belum di selesaikan. “Di sinilah kita melihat BAJ wan-prestasi. Jadi BAJ wajib mengembalikan premi THT,” jelasnya.

Syafei melanjutkan sebelum melakukan gugatan Pemko Batam sudah berupaya melakukan mediasi. Tetapi tidak membuahkan hasil. “Kemarin sudah mediasi.

Saat diserahkan ke kita (mediasi) dua kali. Hasilnya tetap Pemko meminta BAJ untuk membayar Rp 115.954.836.508,93. Sebelum diserahkan, ada kata sepakat. Tapi setelah diadakan mediasi, mereka (BAJ) hanya sanggup Rp65 miliar. Ini data terakhir yang kita dapat sampai per 31 juli 2012,” jelasnya.

Ia menyatakan, BAJ tidak dapat membayarkan sesuai dengan permintaan Pemko Batam dikarenakan keadaan keuangan dan aset-asetnya mereka yang hanya bernilai Rp500 miliar lebih. Otoritas Jasa Keuangan sendiri, telah memberi tenggat waktu 1 hingga 2 bulan bagi PT. BAJ untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya.

Dalam gugatan tersebut menurut Syafei, Pemko Batam menggugat BAJ tidak hanya wajib membayarkan THT para PNS, tetapi juga kerugian lain. “Memang mereka (BAJ) belum pailit. Makanya dalam gugatan tidak hanya materil yang harus dibayar sesuai dengan kesepakatan Rp115 miliar tadi. Tapi juga i-materilnya sebesar Rp3 miliar. Jadi totalnya Rp118 miliar,” tuturnya.

Syafei melanjutkan, mediasi juga akan dilakukan saat sudah di pengadilan. Saat itu, pihaknya akan meminta kepada Pemko Batam untuk memberikan data secara detail. “Mediasi nanti ada waktunya 40 hari. Saat akan mediasi, kita akan minta data dan kita akan melibatkan orang Pemko,” tegasnya.(messa haris)

Berita Di Atas Berkaitan Dengan Pencarian Di Google
Install Aplikasi Posmetro Android di Gadgetmu
Android app on Google Play
Powered By Izulthea | Mulai online 03/02/2013 | Posmetro Batam tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar