Perjuangan Karyawan PT SCI Membuahkan Hasil, Tapi Bukan dari Wakil Rakyat

Karyawan PT. SCI saat menduduki dan tidur di kantor DPRD Kota Batam, beberapa hari kemarin.

Karyawan PT. SCI saat menduduki dan tidur di kantor DPRD Kota Batam, beberapa hari kemarin.

Demo pantang menyerah ratusan karyawan PT. Sun Creation Indonesia (SCI) di kantor DPRD Kota Batam, tampaknya membuahkan hasil. Perhatian khusus bukan datang dari anggota DPRD yang notabene wakil kita, wakil rakyat, tapi datang dari Pemko Batam. Wakil Walikota Batam, Rudi SE menegaskan, pihaknya akan meminta setiap kepala dinas untuk mengumpulkan dana sebagai bentuk keprihatinan terhadap karyawan SCI yang nasibnya tak jelas, setelah si pemilik perusahaan kabur ke Jepang.

Pernyataan ini disampaikannya saat mengelar rapat dengan perwakilan pekerja SCI di lantai V gedung Pemko Batam, Jumat (2/8). Ketua Pengurus Cabang Elektronik Elektrik, Yoni menjelaskan, permasalahan ini bukan hanya tugas Pemko Batam saja. “Wakil Walikota akan mencoba meminta bantuan per instansi di lingkungan Pemko untuk membantu temen-temen. Pemko juga mengusahakan akan memberikan sembako,” ujar Yoni.

Ia mengatakan, pihaknya kecewa dengan sikap BP Batam yang terkesan acuh dengan kasus SCI. Pasalnya hingga Jumat kemarin, tidak ada sedikit pun bantuan dari BP Batam maupun DPRD Kota Batam. “Kasus ini bukan hanya tugas Pemko Batam yang menanggani. Kami berharap BP Kawasan ikut menangani ini. Karena investor masuk kan mereka yang mendatangkan. Pak Wakil Walikota juga menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan BP Batam,” paparnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Konfederasi Cabang FSPMI Batam itu mengatakan, pihaknya kemarin mendapatkan informasi pemilik PT SCI, Kinosita menghubungi salah seorang karyawannya dan menyatakan akan menyelesaikan permasalahan perusahaannya. “Kita mendapatkan isu salah seorang karyawan yang dulu orang kepercayaannya dihubungi investor asal Jepang dan akan menyelesaikan masalah ini. Katanya dia mau mencari pengacara untuk menyelesaikan masalah ini. Kinosita yang hubungi dan kita sedang mencari kebenaran itu,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris KC FSPMI, Suprapto Pemko Batam juga akan memberikan tempat tinggal sementara bagi karyawan SCI. Hanya saja lanjutnya, pilihan rumah  yang akan difokuskan ke Tanjunguncang, memiliki jarak yang sangat jauh. Suprapto juga mengatakan surat rekomendasi atau usulan dari DPRD kota Batam pada rapat dengar pendapat, Kamis (1/8) sudah diserahkan kepada Pemko. “Kami akan kejar terus. Habis bagaimana, teman-teman kami lihat kondisi psikologisnya sudah terganggu. Mereka bingung bagaimana menghadapi lebaran ini,” paparnya lagi.

Rudi, juga akan meminta sumbangan dari beberapa instansi swasta untuk membantu para pekerja SCI. Ia mengatakan, gerakan ini dilakukannya spontan untuk membantu buruh menjelang Lebaran. “Tadi saya minta dari SKPD dan PLN juga Telkom. Alhamdulillah PLN bersedia, sementara Telkom, akan bertanya dulu ke Pusat. Saya minta semua pihak ikut berpartisipasi membantu. Berapa jumlah uang yang kami dapat nanti, akan di bagi rata sama mereka,” katanya.

Rudi menjelaskan, ada beberapa solusi yang diusulkan untuk membantu para buruh. Salah satunya bagaimana agar para buruh bisa menuntut gaji mereka. “Ini dipisah ya, solusi ada dua. Pertama bagaimana supaya mereka bisa menuntut gaji untuk dibayarkan. Kalau itu urusan hukum dan itu sudah kita jalani. Itu panjang prosesnya karena PMA dan orangnya tinggal di Jepang. Yang kedua solusinya bagaimana mereka bisa bertahan hidup dulu saat ini,” paparnya.

Menurutnya, bagi pekerja yang sudah tidak dapat membayar tempat tinggalnya, bisa pindah ke rusunawa yang disiapkan pihaknya. Pemko lanjutnya menyiapkan dua rusunawa di Tanjung Uncang dan diberikan gratis selama tiga bulan. “Untuk makan mereka, kami sedang mengupayakan paket sembako dulu, untuk dua minggu ini,” paparnya. (messa haris)

Print Friendly
Pos Metro Batam adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di Kepulauan Riau, Indonesia. Surat kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos. Kantor pusatnya terletak di kota Batam. Koran ini pertama kali terbit tahun 2000.