Posmetro Batam Edisi:
Oleh
Fokus Berita:

Janin Tak Terselamatkan, RS Awal Bros Dituduh Malpraktek



rumah-sakit-awal-bros

BATAM, METRO: Rumah Sakit Awal Bros dilaporkan ke polisi oleh mantan pasiennya bernama Fanny Lood (33), warga Perumahan Kapital Raya Blok K Batamkota. Pelapor menuding pihak rumah sakit mewah itu telah melakukan malpraktek karena diduga telah menyalahi prosedur pelayanan medis.

Aduan Fanny ditanggapi tenang oleh dr  Sinta Tri Lusita selaku Manager Bisnis and Development RS Awal Bros, Kamis (15/8) siang. “Jika kita dipanggil (polisi),  sebagai warga negara yang taat hukum kita bersedia memberikan keterangan,” terang dia. Menurutnya, dokter tidak semata-mata sebegitu saja memberikan vonis dan dalam penanganan pasien sudah bekerja sesuai prosedur.

Nah, terkait penyakit apa yang diderita si pasien, Sinta enggan membeber karena terikat kode etik kedokteran. “Yang jelas, janinnya memang bermasalah,” ungkapnya. Oleh karena itu, sebutnya, dokter kemudian menyarankan agar si pasien diobservasi melalui rawat jalan. Tapi, pasien tersebut tetap ngotot untuk rawat inap, dan berharap janin yang dikandung tetap bisa dipertahankan. “Biasanya dengan kondisi seperti itu, janin tetap akan keluar sendiri,” singgungnya.  Soal obat yang diberikan dan diminum oleh pasien, lanjut Sinta, itu tidak masalah. “Obat itu bisa lewat oral (makan), bisa lewat vagina. Fungsinya sama,” tegasnya.

Kejadian itu berawal ketika korban yang tengah hamil tujuh minggu mengalami pendarahan. Ia kemudian berobat ke RS Awal Bros, Kamis (10/8) sekitar pukul 22.00 WIB lalu. Di rumah sakit ia ditangani seorang dokter umum, berinisial A. Sang dokter kemudian mengatakan, janin sudah tak bisa diselamatkan. Tapi si pasien kemudian diberikan obat. Saat diberikan obat itulah, menurut korban, pihak rumah sakit menyalahi prosedur. Dalam resep tertulis obat luar, tetapi perawat menyuruh agar meminumnya.(qul)

Print Friendly
Berita Terkait ""
Powered By Izulthea | Mulai online 03/02/2013 | Posmetro Batam tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar