Posmetro Batam Edisi:
Oleh
Fokus Berita:

[Kasus Ibu Bunuh Anak] Demianus Alfaris Meru Dikebumikan di TPU Sei Temiang



rip alfaris

Alfaris, Bocah 6 tahun yang tewas dicekik ibu kandungnya, dikuburkan jam 3 sore tadi (20/8) di TPU Sei Temiang. Kiri Charles Meru, Ayah Korban dan kanan tingkah ibu korban sekaligus pelaku, tine. Foto posmetro/Tommy | Art: @MatJengkol

Kematian Demianus Alfaris Meru, bocah berusia enam tahun yang tewas dibunuh ibu kandungnya sendiri, Tinelina, menyisakan duka yang sangat mendalam. Baik dari keluarga, maupun warga Bengkong Palapa Swadaya, tempat keluarga korban tinggal. Senin malam, Charles Meru, ayah mendiang Alfaris, baru bisa pulang. Mengingat pekerjaannya sebagai pelaut, dan saat kematian pada Minggu dinihari lalu, ia sedang berada di Perairan Natuna.

Isak tangis yang sebelumnya sedikit merada, tiba-tiba menjadi histeris saat Charles sampai di rumahnya, Senin (19/8) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Apalagi ketika Charles melihat jenazah anaknya yang terbujur kaku di dalam peti. Ia seakan tak percaya melainkan hanya bisa menangis tanpa kata-kata.

Selasa (20/8) sekitar pukul 15.00 WIB, jenazah Alfaris berangkat menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang. Tempat istirahat terakhir Alfaris. Sebelum jenazah datang, liang kubur sudah siap sejak siang hari. Jadwal pemakaman memang sedikit molor, mengingat banyaknya prosesi dan pidato pelepasan jenazah di kediaman mendiang. Tiga penggali kubur, setelah selesai menggai lubang, terlihat bersantai menunggu kedatangan jenazah. Beberapa kerabat korban juga terlihat di proses penggalian.

Sekitar satu jam kemudian, iring-iringan jenazah akhirnya sampai di TPU Sei Temiang. Yang kemudian mengejutkan, ibu sekaligus tersangka pembunuh Alfaris, Tinerlina, muncul di TPU Sei Temiang. Dengan pakaian yang masih sama dengan yang dipakai saat ia dibawa dari rumahnya hari Minggu itu, Tine datang dengan pengawalan polisi dan beberapa kerabatnya. Ia datang dari RSUD Embung Fatimah, tempat ia mendapat perawatan kejiwaan.

Pemakaman sendiri berlangsung lancar. Saat di pemakaman, Tine terlihat mencoba melepaskan tangannya dari genggaman beberapa kerabatnya yang memegang erat lengannya. Ia sendiri, sengaja dijauhkan beberapa meter dari kerumunan pelayat yang memenuhi bibir liang kubur. Tine kemudian terlihat duduk bersimpuh di tanah. Sambil termenung tanpa kata-kata, ia lebih banyak menundukkan kepala. Gerak-gerik wanita 35 tahun ini, menjadi perhatian ratusan pelayat yang datang.

Ratusan pelayat nampak memberikan doa terakhir. Bahkan beberapa pelayat juga nampak ada yang menangis tersedu, sementara Charles, bapak kandung mendiang, sepanjang pemakaman terdiam.

Belum lagi proses pemakaman selesai, Tine kembali digiring oleh pihak kepolisian dan beberapa orang keluarganya menuju RSUD Embung Fatimah. Sementara Charles dan kerabatnya, melakukan prosesi menaburkan bunga. Sesaat setelah menaburkan bunga itulah, Charles seolah tak kuasa berdiri. Ia kemudian duduk di batu nisan tak jauh dari makam anaknya, kemudian menangis cukup keras.

Beberapa anggota keluarganya mencoba menenangkannya dengan cara memeluk. Sesekali kerabat membisikkan sesuatu ke telinga Charles. (tommy purniawan/les)

Print Friendly
Install Aplikasi Posmetro Android di Gadgetmu
Android app on Google Play
Berita Terkait ""
Powered By Izulthea | Mulai online 03/02/2013 | Posmetro Batam tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar