Posmetro Batam Edisi:
Oleh
, , ,

Kecelakaan Dalam 24Jam Terjadi 2 Kali, 5 Tewas Di Muara Enim



Kanitlaka Iptu Indrowono SH saat melakukan olah TKP bersama anggotanya.  (Foto lukman/Palembang Pos)

Kanitlaka Iptu Indrowono SH saat melakukan olah TKP bersama anggotanya. (Foto lukman/Palembang Pos)

MUARA ENIM – Dua kecelakaan maut, merenggut lima nyawa warga sekaligus. Bahkan, kejadian itu hanya dalam waktu 24 jam, di dua tempat berbeda. Kecelakaan maut itu diantaranya terjadi, Selasa (13/08), pukul 12.00 WIB, di Jalan Lintas Muara Enim-Tanjung Enim, sekitar 200 meter dari Jembatan Enim II, Kota Muara Enim. Dalam kejadian ini, mobil Toyota Kijang Innova Nopol BG 1781 DK, dikemudikan seorang mahasiswa Aditiya Warman (20), warga Komplek PLN Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim, terjun ke Sungai Enim,

hingga menewaskan tiga orang pengendara sepeda motor, tiga orang luka berat dan dua orang belum diketahui keberadaannya.

Soalnya, sebelum terjun ke sungai, mobil maut tersebut terlebih dahulu menyeruduk dua sepeda motor; dan menabrak dua batang pohon yang berada di pinggir sungai hingga patah. Beruntung mobil masih tersangkut di bibir sungai, sehingga tidak tenggelam ke dalam air. Kondisi itu membuat petugas mudah mengangkatnya menggunakan alat berat crane.

Proses evakuasi mobil dan sepeda motor yang terjun ke dalam sungai itu, sempat membuat arus lalu lintas menjadi macet total selama hampir 40 menit. Karena badan jalan lintas tertutup alat berat ketika mengangkat bangkai mobil dan bangkai motor yang hancur dari bibir sungai.

Sepeda motor yang diseruduk mobil tersebut Honda Revo Nopol BG 5257 OK dikemudikan M Saleh (47), warga Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim; berboncengan dengan anaknya Zaki Ariska Putri (18). Dalam peristiwa itu, M Soleh tewas di lokasi kejadian dengan luka di kepala, sedang anaknya tewas setelah beberapa saat mendapat perawatan di RSU dr HM Rabbain Muara Enim, dengan luka robek di bagian kepala; dan patah paha kanan – kiri.

Satu korban tewas lainnya, pengemudi sepeda motor Yamaha Jupiter MX Nopol BG 3899 DV, bernama Juliadi (46), warga Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim. Juliadi menghembuskan nafas terakhirnya kemarin, sekitar pukul 16.00 WIB, setelah sempat mendapat perawatan medis di RSU dr HM Rabbain Muara Enim.

Ia meregang nyawa dengan kondisi mengalami luka berat, dimana kedua paha patah. Saat kejadian itu, Juliadi berboncengan dengan istrinya Samsu Harni (45), hingga istrinya juga mengalami luka berat dengan kondisi luka di beberapa bagian tubuh.

Sementara  Aditiya Warman (20), pengemudi mobil maut, selamat meski mengalami luka ringan di bagian tubuhnya. Sedangkan dua temannya yang ikut dalam mobil, Niko; dan Doni, hingga berita ini dibuat, belum diketahui keberadaannya. Kuat dugaan, keduanya selamat dan menyelamatkan diri. Karena dilokasi kejadian, tidak ada tanda-tanda menunjukkan keduanya masuk sungai.

Petugas Satlantas Polres Muara Enim dipimpin langsung Kanit Laka Iptu Indrowono SH; bersama anggotanya, dibantu warga telah melakukan pencarian terhadap kedua penumpang mobil tersebut di lokasi kejadian, tetapi belum ditemukan. Petugas menduga keduanya selamat dari kecelakaan dan berupaya menyelamatkan diri.

Informasinya, kejadian itu bermula dari mobil Toyota Kijang Innova Nopol BG BG 1781 DK dikemudikan Aditiya Warman, bersama dua orang temannya Niko dan Doni, berjalan dari arah Muara Enim menuju Tanjung Enim. Mobil diduga berjalan dengan kecepatan tinggi. Ketika sampai di lokasi kejadian, belum diketahui secara pasti penyebabnya, tiba-tiba mobil oleng dan membanting setir ke kanan jalan.

Saat bersamaan, kedua sepeda motor korban berjalan konvoi dari arah berlawanan atau dari Tanjung Enim menuju Muara Enim. Dalam kondisi oleng, mobil tersebut langsung menyeruduk dan menyeret kedua sepeda motor yang kendarai korban secara beriringan. Selain menyeret kedua sepeda motor, mobil juga menabarak dua batang pohon di pinggir sungai, hingga patah dan mobil terjun ke bibir sungai bersama sepeda motor Honda Revo.

Bahkan, motor Revo tertimpa badan mobil. Sedangkan sepeda motor Yamaha Jupiter terpental di pinggir badan jalan aspal. Saking kerasnya benturan, membuat para korban pengemudi sepeda motor ikut terpental ke dalam sungai.
Warga yang melihat kejadian itu, langsung menolong korban dari dalam sungai mengangkatnya ke jalan dan melarikannya ke rumah sakit. ”Aku tidak tau persis bagaimana kronologis kejadiannya. Yang pasti aku sampai sini mobil dan sepeda motor ini sudah masuk sungai dan aku menolong mengangkat korbannya dari sungai diangkat ke atas,” jelas seorang tukang ojek.

Petugas Satlantas Polres Muara Enim langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP); dan membawa korban ke RSU dr HM Rabbain Muara Enim. ”Melihat kondisi mobil itu, diduga sopir mobil banting setir ke kanan jalan, hingga menabrak kedua pengendara motor dan terjun ke sungai,” jelas Indrowono.

Sementara Kasat Lantas Polres Muara Enim AKP Tommy Bambang Souisa, yang dijumpai di lokasi kejadian mengaku belum bisa memastikan penyebab terjadinya kecelakaan. ”Kita masih melakukan penyelidikan dan olah TKP untuk mengetahui penyebabnya. Kita juga belum bisa menentukan sopirnya sebagai tersangka, karena kita masih menunggu hasil olah TKP,” jelas Tommy.

Terpisah, kejadian lakatewas kedua, yakni Senin (12/08), pukul 13.00 WIB, di Jalan Umum Palembang-Prabumulih, Desa Sigam, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim. Mobil Carry berpenumpang enam orang, menabrak bagian pantat mobil truk fuso yang tengah berhenti di badan jalan, karena mogok. Akibatnya, dua penumpang carry, termasuk salah satunya sopirnya meninggal dunia; dan 4 penumpang lainnya mengalami luka berat dan luka ringan.

Korban tewas Miswan (50), sopir carry, warga Kelurahan Majasari, Prabumulih Selatan. Dia tewas saat dalam perjalanan menuju RSU Prabumulih; dan Poniran (50), warga Jalan Mekarsari, Kelurahan Majasari, Prabumulih Selatan, yang tewas di TKP.

Empat korban yang mengalami luka berat dirawat di Puskesmas Gelumbang, Karyadi (40), warga Kelurahan Majasari, mengalami patah terbuka paha kanan. Kemudian, Ahmad Julmadi (30), pegawai Pemkot Prabumulih, warga Kelurahan Majasari, mengalami bengkak pada kening, mengeluarkan darah dari hidung; Sutimin (53), warga Kelurahan Majasari, mengalami keseleo pada kaki dan tangan; serta  Heriyanto (40), warga Jalan Mekarsari, Kelurahan Majasari, mengalami luka pada kening.

Kasat Lantas AKP Tommy Bambang Souisa; melalui Kanit Laka Iptu Indrowono SH, membenarkan kejadian tersebut. “Kasusnya masih dalam penyelidikan,” jelasnya. Kronologis kejadian, saat mobil carry Nopol BG 1575 LY dikemudikan Miswan berjalan dari arah Palembang menuju arah Prabumulih, diduga dengan kecepatan cukup tinggi.

Tiba di lokasi kejadian cuaca hujan gerimis. Sopir mobil Carry, Miswan diduga tidak mengetahui kalau ada mobil  truk Fuso Nopol BM 8697 FU yang tengah stop di badan jalan pada lajur sebelah kiri (arah dari Palembang), karena mogok. Tabrakan keras tidak bisa dihindari. Mobil carry menghantam bagian bak belakang truk, hingga 2 korban meninggal dunia dan korban lainnya mengalami luka. (luk/palpos)

Install Aplikasi Posmetro Android di Gadgetmu
Android app on Google Play
Powered By Izulthea | Mulai online 03/02/2013 | Posmetro Batam tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar