Posmetro Batam Edisi:
Oleh
Fokus Berita: , , , , , , ,

Kabar Mesir Terkini
Polisi Mesir Bubarkan Demontrasi Pendukung Mursy Dengan Bom, 250 Tewas



Aksi bersih-bersih demonstran pendukung presiden terguling Mesir Muhammad Mursy, sesuai janji pemerintah, terjadi kemarin. Operasi yang dilakukan aparat dengan tangan besi menelan 250 orang korban jiwa melukai hingga ribuan orang.

Juru bicara partai Mursy, Ikhwanul Muslimin, Gehad al-Haddad mengatakan, sekitar 250 orang tewas saat aparat polisi melancarkan operasi di dua kamp demonstran pro Mursy. Dikatakannya, lebih dari 5 ribu orang lainnya luka-luka. Lewat account Twitter miliknya, Haddad menyebut insiden ini sebagai pembantaian terbesar sejak kudeta.

Jumlah korban tewas masih simpang siur. Salah seorang saksi mata mengatakan, dia hanya melihat 15 jasad di tenda pihak kesehatan. Pihak Kementerian Kesehatan Mesir juga belum mengeluarkan jumlah resmi korban tewas. Sedangkan Kementerian Dalam Negeri sendiri mengabarkan bahwa ada dua aparat polisi tewas dalam insiden ini, sementara pihak militer mengatakan belum ada korban tewas. Yang ada  hanya korban luka.

Dalam operasi kemarin subuh waktu setempat, pasukan keamanan Mesir nampak mengepung kerumuman demonstran di  kamp Rabaa al-Adawiya di Kairo timur dan kamp lainnya di lapangan Al-Nahda, Nasr City, timur Kairo. Mereka diserang dengan bom asap dan disiram oleh meriam. Mobil bulldozer yang dibawa pihak keamanan dikabarkan sengaja dibawa untuk menghalau para pendemo. Namun, pihak keamanan mengatakan, bulldozer digunakan untuk memindahkan karung pasir yang digunakan pendemo untuk membentengi mereka dari gempuran senjata.

Dilansir Al-Jazeera, kemarin, pada Rabu siang (14/8), pasukan keamanan berhasil membersihkan karung-karung pasir dan tenda milik pendemo di kawasan Rabaa dan Nasr City. “Kami mengharapkan warga Mesir tidak lagi melakukan tindakan anarkis,” pesan Kementerian Dalam Negeri Mesir kemarin setelah pihak kepolisian selesai menggusur kamp milik demonstran.

Menurut saksi mata, polisi melepaskan gas air mata ke arah para demonstran sehingga menimbulkan kekacauan. Bentrokan pun tak terhindarkan. Suara-suara tembakan juga ramai terdengar.

Menurut koresponden AFP, sejauh ini 43 orang telah ditemukan tewas di kamp Rabaa al-Adawiya. Sebagian besar korban tampaknya tewas akibat luka-luka tembakan.

Aliansi Anti Kudeta, kelompok yang menaungi semua pendukung Mursy, mengatakan bahwa mereka akan menyelidiki tindakan kasar pihak keamanan Mesir. Mereka bahkan menyatakan ada lebih dari 40 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.

Sebelumnya, Amerika Serikat meminta pemerintah sementara Mesir untuk memberikan izin kepada pendukung Mursy untuk melakukan aksi protes. Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri Marie Harf mengatakan, Washington menganggap kebebasan untuk memprotes sebagai bagian penting dari proses demokrasi, tetapi prihatin dengan adanya laporan-laporan kekerasan.

“Kami mengkhawatirkan kondisi terbaru di Mesir sekarang ini. Kami mendorong pemerintah sementara untuk memungkinkan orang-orang untuk menggelar protes ,” cetus Harf. Yang aneh, Paman Sam tidak menyebut insiden penggulingan Mursy sebagai kudeta militer. Padahal, Mursy pemenang pemilu yang sah.(rmol)

Print Friendly
Powered By Izulthea | Mulai online 03/02/2013 | Posmetro Batam tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar