Toko Mas Dayat Kebakaran, Emas 30 Kilo Meleleh

Foto: POSMETRO/RIADI

Foto: POSMETRO/RIADI

Jalan Nusantara, yang biasanya sepi, Sabtu (31/8) petang itu berubah gaduh. Terdengar teriakan minta tolong yang bersumber dari Toko Mas Dayat. Tak hanya teriakan, beberapa orang, terlihat berhamburan keluar dari toko emas yang berada tepat di depan masjid Baitul Karimun tersebut. Suasana kian gaduh, ketika terdengar sebuah letusan kecil disusul dengan asap hitam dari toko.

Warga yang lokasi ruko yang saling berbatasan dinding pun panik. Sebelum mobil Pengendali Bahaya Kebakaran (PBK) Karimun tiba, warga pun berupaya mencoba memadamkan api dengan menggunakan selang air kecil yang diambil dari Wisma Tanjungbalai yang persis berbatasan dinding di sebelahnya.

Dari keterangan sejumlah saksi, petang itu, para pegawai Toko Mas Dayat tengah berkemas-kemas, menyimpan emas jualan di etalase ke dalam brankas. Di saat acara kemas-kemas itu, tiba-tiba muncul percikan api dari sejumlah kontak listrik yang ada di dalam toko. Seorang perempuan yang ternyata merupakan istri pemilik toko yang bernama Dayat langsung berlari ke luar.

Disusul kemudian, sejumlah karyawan yang ada di dalam toko pun berlarian keluar. Sementara percikan api, dengna cepat menyambar sebuah tabung kecil yang berisikan bensin yang berada tak jauh dari kontak listrik. Letupan kecil pun terdengar disertai api yang saling sambut menyambung, memakan sejumlah etalase toko yang berisi berbagai perhiasan logam mulia tersebut. Dalam waktu singkat pula, asap hitam dan api membesar dengan cepat, Api cepat membesar.

Usaha warga untuk memadamkan dengan alat seadanya gagal. Lokasi kejadian pun sontak dikerumuni warga yang ingin menyaksikan kebakaran tersebut. Beberapa saat kemudian, dua unit mobil PBK tiba. Warga terlihat ntusias membantu kelancaran mobil PBK, dengan cara memblokir jalan untuk memudahkan mobil PBK tiba di lokasi.

Selain terus berusaha menjinakkan api yang masih tersisa, petugas pemadan kebakaran pun naik ke lantai dua dengan menggunakan tangga dari bagian depan, petugas pun terpaksa membobol dinding dengan palu besar untuk dapat masuk ke lokasi. Usaha petugas Kebakaran pun berhasil, dalam waktu kurang dari setengah jam api berhasil dipadamkan.

Namun sayang, seluruh isi bagian dalam Toko Mas Dayat sudah luluh lantak akibat jilatan api.

Dayat, pemilik toko terlihat berusaha tenang, meski tak bisa menyembunyikan rasa paniknya. Ia terus menjaga lokasi tokonya agar tidak dimasukin warga lain. “Konsleting arus di kontak listrik tadi,” ucapnya menyapa POSMETRO.
Kapolsek Balai, Kompol S Dalimunte menjelaskan, dari keterangan sementara korban, total emas yang ada di dalam toko yang leleh mencapai 30 Kilogram. “Semuanya terpanggang api, sekitar 30 kilogram, dengan nilai berkisar Rp15 milyar dengan taksiran harga emas Rp500 ribu per gramnya,” papar Dalimunte.

Kumpulkan Sisa 10 Karung Diduga Emas
Jajaran Polsek Balai yang tiba di lokasi kebakaran, langsung memasang garis polisi. Hal ini dilakukan untuk menghindari aksi penjarahan terhadap lelehan emas. Maklum, diketahu logam mulia yang terbakar jumlahnya cukup banyak, dan suhu panas api yang membakar toko tersebut dipastikan hanya mampu melelehkan sejumlah perhiasan emas tersebut menjadi gumpalan, namun tidak menghilangkannya.

Untuk itu Kapolsek Balai, Kompol S Dalimunte langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan loaksi dari berbagai sudut, hal ini untuk mengantisipasi terjadinya penjarahan oleh oknum yang tak bertanggungjawab, karena api telah padam.

“Jangan ada yang masuk melebihi garis polisi satu orang pun kecuali petugas dan pemilik toko,” teriak Dalimunte.

“Kita melakukan ini untuk mengantisipasi masuknya orang tak dikenal yang melakukan penjarahan, karena ini logam mulia, ditakutkan ada aksi penjarahan,” ujar Dalimunte kepada Posmetro. Bahkan lanjut, Dalimunte, aksi pengamanan lokasi tersebut dilakukan hingga pagi hari.

Selain mengamankan lokasi kejadian, hingga Minggu pagi, jajaran Polsek Balai juga mengawasi kegiatan penyelamatan logam mulia yang dilakukan pemilik toko dan para pekerjanya.

Dayat sendiri, bersama anakbuahnya langsung menyisir isi dalam toko dari lantai 1 hingga lantai 2. Mencari semua bentuk benda yang diduga emas. Alhasil mereka berhasil mengumpulkan sekitar 10 karung besar yang diduga masih mengandung logam mulia. (riadi)

Print Friendly
Pos Metro Batam adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di Kepulauan Riau, Indonesia. Surat kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos. Kantor pusatnya terletak di kota Batam. Koran ini pertama kali terbit tahun 2000.