Posmetro Batam Edisi:
Oleh
Fokus Berita: ,

Pembuatan Film Kedua Andi Mapisangka, “Nyanyian Kecil untuk Ibu”

Nyanyian Kecil Untuk IbuSetelah berhasil membuat film Laskar Anak Pulau, beberapa tahun lalu, Andi Mapisangka beserta crewnya, kembali membuat film layar lebar; “Nyanyian Kecil untuk ibu”. Film ini pun akan ditayangkan di Blitz Kepri Mall,  5 November mendatang.

Menurut Andi Mapisangka selaku Executive Produser, dalam proses pembuatan film terbarunya ini, sangat singkat, hanya memakan waktu beberapa hari saja. “Proses pembuatannya hanya lima hari saja, tapi setiap harinya semua pemain dan crew bekerja ekstra,” katanya kepada pewarta beberapa hari lalu.

Saat membuat film layar lebar pertamanya, ada banyak pengalaman yang didapat dan menurutnya Batam sangat mempunyai potensi besar, baik dari pemeran filmnya juga beberapa lokasi yang sangat bagus. “Tidak mesti waah, tetapi bisa membuat karya. Dan hasil karya ini sangat mahal,” tuturnya.

Di dalam film ini menurut Andi, selain mengangkat persatuan antara agama juga menceritakan tentang Executive Produser menambahkan, film ini mengangkat tentang perbedaan dan pembauran. “Kami ingin memberitahu bahwa keberadaan kami didukung oleh pemain lokal dan film ini merupakan karya anak Batam, serta menunjukan keindahan kota Batam. Semua lokasi syuting di Batam, seperti di Tanjung Piayu laut, Jembatan Barelang dan Nagoya, lama durasi film ini 1 jam 10 menit,” ujarnya.

Mengapa film ini mengambil judul “Nyanyian kecil untuk ibu,” menurut Samuel sang produser, dalam film ini adalah pertemanan beberapa anak yang berbeda agama dan berbeda ekonomi. Semasa orang tua anak miskin ini meninggal, akhirnya kedua anak kaya ini merasakan penderitaan lima  anak keluarga miskin dan akhirnya anak orang kaya ini merangkul untuk hidup bersama bahkan si miskin tinggal satu rumah dengan dua anak yang kaya itu. “Saat orang tua si miskin meninggal, kekompakannya semakin kuat saat meninggal semua biaya kehidupan kelima anak ditanggung meski awalnya sempat ada penolakan,” katanya.

Makna dari film ini, Andi menambahkan, memiliki pesan moral pembauran antara kaya dan miskin yang bisa berbaur dengan seorang ibu. “Ada beberapa perbedaan agama, sosial dan ide cerita ada karena perbedaan agama, suku di Batam tetapi kita semua sama dihadapan Tuhan,” tegasnya.

Samuel menambahkan, film ini di produksi dengan D’B Prodction dan selama proses pembuatan menggunakan kamera DSLR sebanyak tiga unit.  “Tipe kamera yang kami pakai selama buat film Canon 5 D dua unit dan Canon 7 D satu unit. Soundtrack film ini akan dinyanyikan oleh Nesya, semoga dengan adanya film ini bisa memberikan pesan positif kepada penontonnya. Karena selama pembuatan film ini pak Andi selalu mengutamakan fill, makanya saya juga berharap pak Andi akan sukses kembali dengan film ini,” harapnya.(leo)

Print Friendly
Install Aplikasi Posmetro Android di Gadgetmu
Android app on Google Play
Berita Terkait ", "
Powered By Izulthea | Mulai online 03/02/2013 | Posmetro Batam tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar