Uang Rampokan Dibuang ke Hutan Tanjungpiayu Laut

BATAM, METRO: Polisi akhirnya membuka identitas tiga orang pelaku perampokan money change yang sempat menghebohkan Batam beberapa waktu lalu. Ketiganya, adalah Yosef, Lambung Lumban Toruan, dan Malam Tarigan.

Kasat Reskrim Polres Barelang, Kompol Ponco Indriyo mengatakan, ketiga pelaku merupakan pelaku perampokan Toko Jaya Tekhnik, depan Hotel Sarijaya, Nagoya, pada tanggal 29 November lalu. “Korban sekaligus pemilik money change,” ungkap Ponco, saat menggelar jumpa pers, Kamis (19/12).

Selain ketiga pelaku, polisi juga menunjukkan barang bukti uang Rp400 juta, yang diamankan dari tangan ketiga pelaku. Uang tersebut merupakan sebagian dari uang Rp2 miliar yang dilaporkan hilang oleh korban. Sisanya dibawa tiga orang pelaku lainnya, yang saat ini berstatus DPO, yakni Ts, HT, Mn.  “Pelaku enam orang, tiga orang lainnya masih kita kejar,” ungkap Ponco lagi.
Diceritakan Ponco, pelaku beraksi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu korban Cun Sui berencana menyebarkan uang tersebut ke money change lainnya. Begitu keluar dari toko pelaku langsung menghadang. “Tangan kiri korban mengalami luka kena parang pelaku,” ungkapnya.

Berhasil, pelaku kemudian membagi-bagi uang tersebut dan menyelamatkan diri masing-masing. “Mereka dapatnya beda-beda,” tambah Ponco.

Pelaku sendiri berlatar belakang residivis. Pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat 2, Curas dengan ancaman 12 tahun penjara.  Pelaku sendiri terlihat sudah merencakan aksi tersebut dengan sangat matang. Pengintaian dilakukan oleh Lambung. Pasalnya, ia menjadi tukang ojek di kawasan tersebut. Sedangkan Malam mengaku pernah menjadi juru parkir di kawasan Nagoya.
Diungkapkan Malam, perampokan itu berawal informasi yang mereka dapatkan bahwa korban merupakan pelaku money loundry. Setiap hari membawa uang dengan jumlah yang banyak ke luar negeri. “Informasinya mereka itu melakukan money loundry,” ungkap Malam.

Mendapatkan informasi itu maka disusunlah rencana. Setelah matang mereka pun beraksi. Mereka ungkap Malam langsung mencegat korban yang saat itu akan masuk ke dalam mobil. Pagi itu keadaan sepi, sehingga mereka leluasa beraksi. “Dia (Cen Sui) tidak sendiri, gak ingat saya berapa orang. Dia sempat mau lari tapi saya pegang dan potong tali tasnya itu,” ungkap malam.

Malam mengatakan, sebelum ditangkap ia tak sempat menghitung uang bagiannya. Bahkan kata Malam uang itu sebagian ia buang di hutan di kawasan Tanjung Piayu Laut. “Sudah kami cari tapi tak ketemu,” katanya. Sementara itu Yosef, mengaku mendapatkan uang Rp300 juta, begitu juga dengan Lambung. Sebagian mereka pakai untuk kabur.(qul)

Pos Metro Batam adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di Kepulauan Riau, Indonesia. Surat kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos. Kantor pusatnya terletak di kota Batam. Koran ini pertama kali terbit tahun 2000.