Posmetro Batam Edisi:
Oleh
Fokus Berita:

Pesta Miras, 5 Pemuda Kabupaten PALI Sumsel Tewas

  • Palpos



PALI - Warga Kota Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, mendadak heboh dan gempar. Lima pemuda tewas secara berturut-turut diduga setelah pesta minuman keras yang dibeli dari salah satu warung milik warga berinisial Jul (47), warga Simpang Tiga Tebing Gofar, Kecamatan Talang Ubi, PALI. Minum minuman keras yang diduga membuat kelimanya tewas, informasinya merupakan minuman keras yang dioplos. Minuman keras oplosan tersebut dari bahan manshion house, anggur merah, dan minuman penyegar merek panther. Mereka pesta minuman keras di lapangan sepak bola komplek Pertamina Pendopo, Jumat (7/3) malam.

Akibat meminum minuman keras oplosan itu, membuat kelimanya menjadi keracunan dan sempat dibawa ke RSU PALI. Namun karena kerasnya minuman oplosan itu membuat nyawa kelima korban tidak tertolong lagi. Korban yang pertama kali tewas diketahui bernama Junedi (25), warga Talang Baru, Kecamatan Talang Ubi, PALI. Korban pertama ini menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (1/3) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kemudian korban kedua adalah Yanto (29), warga Kecamatan Talang Ubi, PALI, yang meninggal pada Minggu (9/3) sekitar pukul 02.30 WIB. Tewasnya kedua korban ini membuat warga heboh. Sehingga tewasnya Junedi dan Yanto menjadi pembicaraan.

Namun sehari kemudian, warga kembali dikejutkan dengan tewasnya Agus Mureno (25), pegawai TKS RSU PALI, warga Talang Subur, Kecamatan Talang Ubi, PALI, Senin (10/3) sekitar pukul 04.00 WIB.

Korban berikutnya yang menyusul tewas adalah Iskandar (34), warga Talang Baru, Kecamatan Talang Ubi, PALI, Senin (10/3) sekitar pukul 17.45 WIB. Korban terakhir adalah Juliadi (25), bekerja sebagai TKS Pemda PALI, warga Talang Baru, Kecamatan Talang Ubi PALI, Senin (10/3) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolres Muara Enim, AKBP M Aris, melalui Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto SH MH, didampinggi Kapolsek Talang Ubi AKP Zai’an ZL, yang langsung turun ke lokasi kejadian, Selasa (11/3) bahwa kelimanya diduga merupakan korban minuman keras oplosan.

”Minuman keras yang mereka campur jadi satu jenis manshion house, anggur merah dan minuman penyegar merek panther. Kita masih selidiki minuman keras yang mereka oplos itu dengan membawa Iskandar ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, untuk dilakukan otopsi,” jelas Kasat Reskrim.

Menurutnya, aksi minuman pesta minuman keras itu hanya dilakukan oleh kelima korban. “Dari keterangan yang kita kumpulkan dari beberapa saksi, memang mereka berlima yang melakukan pesta minuman keras diduga oplosan itu,” jelas Kasat.

Dijelaskannya, selain membawa jenazah Iskandar untuk diotopsi, pihaknya juga telah menetapkan penjual minuman keras sebagai tersangka. Penetapan tersangka itu, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan kepada penjual miras tersebut.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, barang bukti sendiri, berupa tiga botol minuman keras jenis Minshen House yang merupakan sisa yang diminum korban, juga dibawa ke Palembang untuk dilakukan pemeriksaan ke Laboraturium forensik Polda Sumsel.

”Barang bukti sisa dari minuman itu sendiri kita bawa ke Palembang, untuk diperiksa ke Labfor Polda Sumsel. Kita berjanji akan menangkap semua jaringan miras ini, karena sangat meresahkan masyarakat dan banyak yang menjadi korban,” tegasnya.

Dijelaskannya, kelima korban saat minum miras bukan dari satu kelompok yang sama. Melainkan dari kelompok yang berbeda-beda. Namun, sumber minuman keras sendiri diperoleh dari toko milik Juhai, sehingga sang pemilik toko sendiri Senin (10/3) sekitar pukul 21.00 WIB, langsung diamankan dan dibawa ke Mapolsek Talang Ubi.

Saksi-saksi yang telah memberikan keterangan. Bahwa miras itu sendiri dibeli oleh seluruh korban ini dari toko milik Juhai. Namun, saat dilakukan pengerebekan ke toko tersebutpihaknya sudah tidak menemukan miras tersebut. Meski demikian pihaknya tetap menangkap penjual miras tersebut. (luk)

Print Friendly
Berita Terkait ""
Mulai online 03/02/2013