RedBlueDark SmallMediumLarge NarrowWideFluid
Pengrusakan Pulau Kas Harus Diusut Tuntas PDF Print E-mail
Oleh Redaksi   
Thursday, November 12, 2009 09:25 AM
KARIMUN, METRO: Kasus pengrusakan lingkungan akibat penambangan bauksit oleh PT Bukit Merah Indah (BMI) di  Pulau Kas, Kecamatan Durai, membuat beberapa pihak mulai bereaksi dan angkat bicara. 
Menurut Direktur Eksekutif LSM Karimun Hijau, Rahmad Kurniawan, Rabu (11/11) kemarin, aparat penegak hukum di pusat maupun harus tanggap dengan masalah ini. Rahmad menyatakan pengrusakan lingkungan itu berawal dari diterbitkannya surat izin penambangan daerah (SIPD) untuk PT BMI, seluas 175 hektar di atas pulau kecil yang hanya memiliki luas total sekitar 350 hektar.
Ia juga mengatakan penerbitan SIPD itu bisa dilakukan, karena  diduga sarat adanya konspirasi di daerah. ‘’Bukan hanya pengerusakan lingkungan yang terjadi di Pulau Kas tersebut, namun juga pengemplangan pajak produksi dan pajak ekspor,’’ tambah Rahmad.
Ia juga menilai pulau Kas tersebut menentang beberapa aturan yang berlaku, diantaranya bertentangan dengan UU No 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil, dan UU No 23 tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup. 
‘’Peraturan Daerah  (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah dan Perda No 29 tahun 2007 tentang Pertambangan Daerah juga dikangkanginya,’’ tambahnya lagi.
Mengacu pada Perda RTRW, Pulau tersebut diperuntukan bagi budidaya perikanan, namun secara serta merta wilayah tersebut beralih fungsi menjadi kawasan penambang. Dalam melakukan aktivitasnya perusahaan tersebut terindikasi telah melakukan penambangan di luar area kuasa penambangan, yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
“Dampak dari semua itu dikhawatirkan, pulau tersebut akan mengalami nasib sama dengan Pulau Sebaik yang nyaris tenggelam,” ujarnya.
Selain itu dia mengungkapkan dukungannya terhadap langkah berani yang dilakukan oleh Partai Hanura di Karimun, melalui surat Fraksi Hanura Nasionalis DPRD Karimun No: 001/H-N/IX/2009, yang diketuai oleh Bakti Lubis, pertengahan Oktober lalu.
Ia juga menyatakan sudah jelas harusnya perusahaan itu menghentikan operasinya, namun sampai saat ini masih beroperasi. ‘’Kita juga mempertanyakan jumlah produksi real, stok top soilnya dimana, untuk itu polisi segera mengungkap kasus ini, dan membongkar sejumlah pihak yang terlibat,’’ tambahnya lagi.(ria)
 

Aspirasi Warga Batam 0778 - 311 007

Taksi Tak Punya Argo Mohon Dirazia

Argo taksi sejak beberapa waktu lalu sudah dilaunching. Lalu bagaimana dengan realisasainya? Tolong razia lebih dipergencar lagi terkait taksi yang tidak punya argo dan beroperasinya taksi plat hitam. Marhan , Warga Bengkong

CCTV Dipasang di Rumah Sakit dan Puskesmas

SEBAIKNYA CCTV dipasang di masing-masing ruangan di Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Batam. Hal ini untuk menghindari supaya jangan ada orang yang berusaha mencuri bayi di rumah sakit dan Puskesmas. Selain itu jika gerakan yang mencurigakan bisa cepat terpantau dan bisa segera diketahui siapa orangnya. Ratna, Warga Baloi